oleh

Warga Korban Banjir di Gurang Anyar Cerme Histeris Hingga Pingsan Saat Dikunjungi Gubernur Khofifah

citizen.co.id Gresik – Ratusan warga Desa Gurang Anyar Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik yang menjadi korban luapan Kali Lamong teriak histeris sebagai ungkapan rasa senang karena dikunjungi langsung Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di dampingi Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto dan Ketua DPRD Gresik Yani Putra pada Rabu (8/1/2020) sore.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu menerobos genangan banjir yang sudah sepekan terhitung sejak Kamis (2/1/2020) lalu tak kunjung menyusut menggenangi 227 unit rumah di perumahan Prisma Land Desa Gurang Anyar dan pemukiman warga desa lainnya.

Sebanyak 73 orang penghuni perumahan yang disubsidi pemerintah itu terpaksa mengungsi ke rumah warga sekitar yang tak tergenang air atau ke rumah saudara. “Terima kasih bu Gubernur Khofifah sudah peduli dengan kami, mudah-mudahan segera surut dan ada solusi terbaik,” ujar salah satu warga.

Yang menarik, salah satu ibu-ibu usai bersalaman, berangkulan dan bercengkrama dengan ketum PP Muslimat NU yang baru saja menunaikan umroh justru pingsan karena terlalu bahagia. Perempuan tua itu kemudian dibawa masuk ke rumah Sokib ketua RT Desa Gurang Anyar yang dikunjungi Gubernur Khofifah.

Usai mengunjungi warga korban banjir, Khofifah didampingi Bupati Gresik dan sejumlah kepala OPD terkait mengatakan, penanganan banjir Kali Lamong sudah masuk dalam Perpres No.80/2020 dialokasilan sekitar Rp.1, 1 triliun dari APBN untuk pembuatan tanggul.

“Karena itu para Bupati/Walikota di sepanjang aliran Kali Lamong seperti Mojokerto, Lamongan, Gresik dan Surabaya akan saya kumpulkan untuk membahas realisasi dari Perpres tersebut detailnya seperti apa dan peran masing-masing daerah juga seperti apa nantinyah,” jelas Khofifah.

Ia mencontohkan, apakah warga perumahan dan pemukiman di Desa Gurang Anyar yang menjadi langganan banjir Kali Lamong perlu direlokasi, maka daerah penggantinya itu, menjadi tanggungjawab Bupati dan melibatkan pengembang.

Baca Juga :

9-11 Januari, Waspada Banjir Rob di Surabaya

Doa dan Tindakan Rasulullah saat Hujan Deras dan Angin Kencang

“Begitu juga kalau diperlukan dibuatkan waduk untuk bisa menampung air hujan maka lahan mana saja yang perlu dibebaskan. Untuk relokasi perumahan warga saya serahkan ke Bupati Gresik biar nanti membahas bersama pengembang,” imbuh Khofifah.

Sementara itu Bupati Gresik Sambari Haim Radianto mengaku sudah melaksanakan 5 item kesipsiagaan penanggulangan bencana sejak awal Desember 2019 sesuai intruksi Gubernur Jatim.

“Khusus daerah ini (perumahan) sampai dua kali kebanjiran, karena itu kami akan lakukan evaluasi mengapa ini terjadi. Kita tak mau saling menyalahkan tapi bagaimana solusi yang harus kita ambil,” jelas Sambari.

Tentunya, lanjut Sambari goal penyelesaian masalah banjir kali Lamong dalam waktu dekat pihaknya akan duduk bareng dengan Balai Besar Sungai Bengawan Solo , Pemprov Jatim daerah-daerah yang dilalui aliran Kali Lamong seperti Mojoketo, Lamongan, Gresik dan Surabaya.

Selain mengunjungi korbn banjir di Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik, rombongan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga mengunjungi Desa Banyu Legi Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto namun airnya sudah surut. (cz/jos/tis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed