Walikota Surabaya ajak masyarakat sambut kebaikan menuju lebaran

Citizen.co.id Surabaya – Di momen bulan suci Ramadhan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak masyarakat untuk berpatisipasi dalam kegiatan pembangunan masjid atau pondok pesantren (ponpes).


“Ayo kita berlomba, kita bersama-sama ikut membangun, ikut berpartisipasi dalam pengembangan ajaran agama Islam, baik melalui pembangunan masjid maupun pembangunan pondok,” kata Eri Cahyadi, Minggu (2/5/2021).

Mayday di Banten Aman dan Kondusif, Kapolda Banten Ucapkan Terimakasih

Polda Banten dan TNI, Gelar Pengamanan Bersama Dalam Aksi Sosial Mayday Secara Prokes

Menurutnya, semakin banyaknya pembangunan ponpes tahfidz di Surabaya, secara otomatis anak-anak dan keluarga akan memiliki akhlaqul karimah. Bahkan, ia yakin hal itu bakal menjadi dasar pembentukan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.


“Sehingga tujuan kita bersama untuk membangun Surabaya menjadi kota yang Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbhun Ghaffur, Insya Allah terwujud di Kota Surabaya,” tuturnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini, mengajak masyarakat menjadi bagian dari pembangunan ajaran-ajaran Islam di Kota Pahlawan. Salah satunya dengan cara ikut memakmurkan Kota Surabaya dengan berdirinya masjid, pondok pesantren, hingga balai-balai RW yang penuh dengan kumandang Al-Qur’an.


“Saya berharap ayo kita berlomba-lomba dalam Fastabiqul Khoirot atau menuju kebaikan. Ini yang selalu ingin saya wujudkan di Kota Surabaya,” harapnya.

Eri berharap, jika nanti pandemi Covid-19 sudah hilang, maka kegiatan Pondok Ramadan yang biasanya dilaksanakan di sekolah, dapat digelar di lingkup pondok pesantren.

“Karena itu kemarin saya ngomong ke Pak Kadis Pendidikan, Insya Allah kalau Covid-19 hilang, nanti agar kegiatan Pondok Ramadan tidak digelar di sekolah lagi. Tapi Pondok Ramadan SD-SMP di seluruh Surabaya agar belajarnya langsung masuk ke pondok-pondoknya,” ungkapnya.


Karena menurut Eri, pendidikan agama islam yang diajarkan ke anak-anak itu bisa terserap masuk. Dan tentunya, anak-anak Surabaya bisa merasakan langsung ilmu agama dari ponpes.

“Bagaimana ketika di ponpes nanti ilmu agamanya terserap, meskipun hanya seminggu namun di situ ada rasa di hati yang melekat. Karena ketika pendidikan agama sejak dini telah ditanamkan, maka hingga dewasa akan terus melekat ke anak-anak,” pungkasnya.(cz/bel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*