oleh

Wali Kota Semarang Terus Tambah Kapasitas Tempat Tidur Isolasi Pasien COVID-19

-DAERAH-10 views

citizen.co.id Semarang – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi melakukan penambahan tempat tidur isolasi bagi pasien Covid-19. Hal itu disampaikan karena tingginya penggunaan tempat tidur rumah sakit rujukan untuk pasien COVID-19 dan ruang isolasi di wilayah Ibu Kota Jawa Tengah.

Diketahui, saat ini Bed Occuppancy Rate (BOR) atau tingkat penggunaan tempat tidur rumah sakit untuk pasien COVID-19 di Kota Semarang telah mendekati 100%.


Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang menjelaskan selain telah membuka 100 kamar tidur tambahan saat ini, ia juga optimis mampu menyiapkan 400 kamar tidur tambahan yang tersebar di beberapa titik. Termasuk di antaranya salah satu rumah sakit yang baru akan beroperasi di Kota Semarang, diminta untuk dapat menyiapkan kamar untuk pasien COVID-19.

Berlaku Mulai 22 Juni, Inilah Ketentuan Pengetatan PPKM Mikro

Demo tolak penyekatan Jembatan Suramadu Warga datangi Balai Kota Surabaya

“Dalam minggu ini kita sudah membuka ini 100 kamar tidur di Balai Diklat Kota Semarang yang ada di Ketileng. untuk persiapan minggu depan membuka 400 kamar tidur, 100 di salah satu Rumah Sakit baru yang akan beroperasi. Kemudian 200 di asrama mahasiswa UIN Walisongo, serta 100 tempat tidur di salah satu kawasan yang ada di Marina. Jadi minggu depan ada tambahan 400 tempat tidur,” papar Hendi.


Demi menunjang operasional ruang karantina tersebut, Ia juga memastikan bahwa jajarannya telah menambah relawan tenaga kesehatan baru untuk merawat pasien beserta dukungan logistik.

“Sampai hari ini relawan yang akan bergabung sebagai nakes akan mampu untuk mengcover 3 tempat tambahan termasuk logistik dan konsumsi,” ujar Hendi.

Adanya penambahan 3 lokasi baru tersebut, Hendi berharap ke depannya tidak membutuhkan lagi tambahan tenaga kesehatan beserta ruang isolasi.


“Diharapkan tidak perlu menambah tempat tidur lagi. Tapi kalau memang diperlukan kita akan mencari relawan-relawan tambahan tenaga kesehatan,” jelas Hendi.

Diketahui, dari 20 rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di Kota Semarang, hanya satu rumah sakit yang memiliki BOR di bawah 80%, yakni RS Amino Gondohutomo sebesar 78 persen. Hal itu karena rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut memang baru dibuka minggu lalu sebagai RS Darurat.


Selain itu, dari 3 rumah karantina yang sudah beroperasi selama ini, hanya 1 rumah karantina dengan BOR di bawah 80 persen.

“Masyarakat cukup kerepotan dan isolasi mandiri menjadi pilihan yang ada saat ini,” imbuh Hendi(cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed