oleh

Unjukrasa, Suara Aktivis Perempuan Tolak Tambang Fosfat

citizen.co.id Sumenep – Sejumlah Mahasiswa Yang tergabung dalam Front perjuangan Mahasiswa (FPM) Sumenep, Madura Jawa Timur menggelar aksi demo di Depan Kantor DPRD menolak adanya tambang fosfat. Rabu, 7 April 2021.

Aksi penolakan terhadap rencana tambang fosfat karena dinilai sangat merugikan masyarakat Kabupaten Sumenep yang mayoritas petani.


Hal ini disampaikan orasi oleh aktivis perempuan Dinda secara tegas menolak rencana pemerintah soal adanya Fosfat.

Panen Raya, Pemerintah Sumenep Surplus Beras

Bulan Ramadhan Pemkot Surabaya Izinkan Acara Buka Bersama

“Kita secara tegas menolak adanya tambang Fosfat karena hal ini sangat merugikan masyarakat yang mayoritas mereka sebagai petani,” teriak Dinda diatas mobil sembari memberi orasi.


Menurut Dinda, adanya tambang fosfat bukan untuk kepentingan masyarakat tetapi hanya untuk membuka kran investasi.

“Saya katakan ini hanya kepentingan investasi,” teriak.

Mengingat pemerintah Kabupaten akan melakukan review terhadap RTRW tahun 2012-2033 salah satu pasal yang akan dilakuka review pasal 40 ayat 2.

Sumenep merupakan daerah yang mayoritas penduduknya masih tergantung pada sumber daya alam dari segi pendapatan.


Sedangkan populasi Sumenep mencapai kisaran1.088.910 jiwa yang terdiri dari perempuan ,570.923 jiwa dan laki-laki 51.987 jiwa.

Penolakan rencana adanya tambang fosfat bukan saja dari kalangan mahasiswa tetapi para ulama dan organsiasi kemasyarakatan ikut menolak.(cz/rus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed