oleh

Tokoh Lintas Agama Gelar Doa Bersama Untuk Keselamatan NKRI Teruntuk Makassar

citizen.co.id Surabaya – Tokoh-tokoh perwakilan dari berbagai agama di Surabaya eratkan solidaritas dengan menggelar doa bersama di Gereja Kristen Indonesian (GKI), Jalan Kutisari Surabaya, Selasa (31/3/2021) malam.

Doa bersama ini merespon kejadian bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sumatera utara kemarin.


Berbagai tokoh agama hadir pada doa bersama ini diantaranya, perwakilan PC Nahdlatul Ulama Surabaya, Penganut Kepercayaan Sabdo Darmo Hindu Budha, perwakilan GKI, perwakilan Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), serta tokoh Katholik.

Jurnalis Sumenep Kutuk keras Kekerasan Terhadap Jurnalis Tempo

Polri Tangkap Satu Orang Pelaku Diduga Pemilik Bom dan Bahan Baku Peledak

Pendeta Jonet Junatmoko dari DKJW Jemaat Darmo Rumah Bhinneka Surabaya mengatakan, acara kali ini demi mengingatkan kembali kepada semua, bahwasanya perdamaian jauh lebih indah, apalagi ditengah kemajemukan warga Indonesia.

“Acara ini jelas menebar cinta perdamaian. Harapannya tidak ada lagi teror-teror bom seperti yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar,” Kata Pendeta Jonet seusai gelar doa bersama, Selasa (31/3/2021) malam.


Ia juga mengungkapkan, tidak ada keresahan dan kekhawatiran teror bom akan terjadi kembali di Surabaya seperti pada tahun 2015 lalu. Ia yakin masyarakat Surabaya cerdas dalam bertindak dan akan bersatu dalam melawan aksi terorisme itu.

“Kalau kita bersama-sama yakin semua elemen sudah siap artinya tidak akan ada lagi bom di Surabaya,” ujarnya.

Di tempat yang sama perwakilan PC NU Surabaya, KH. Achmad Syaiful Chalim Mengatakan, aksi teror bom yang terjadi di depan Gereja Katedral itu tidak dapat dibenarkan apaoun alasannya. Tidak ada agama yang mengajarkan aksi teror tersebut, apalagi sampai merenggut nyawa seseorang.”yang saya ketahui, semua agama tidak mengajarkan tindakan ini,” kata Kiai CHalim


Pihaknya meminta pemerintah khususnya Kapolri untuk mengusut tuntas pelaku dan jaringannya yang terlibat teror di Indonesia.

“Kami minta pihak keamanan memperketat pengawasan tempat beribadah,” pintanya

Iapun mengajak kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat Indonesia khususnya di Kota Surabaya dan Jawa Timur untuk tidak memberikan ruang gerak dan kesempatan berkembangnya ajaran yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.(cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed