oleh

Sholehudin Diminta dan Didukung Dewan Pimpinan Al-Akbar Maju Pilkades Waru Timur

Citizen.co.id Pamekasan – RKH.Tohir Abd Hamid berikan restu Sholehuddin untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di desa Waru Timur, Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan mendatang.


Restu ini diberikan Kiai Tohir kepada Sholehuddin saat hadiri rapat Al-Akbar pada di desa Waru Timur, Jumat (9/4/2021).

PPMS Meminta Walikota, saat Ramadhan jam Operasional berjualan makanan di perpanjang

KSP Moeldoko Pastikan Transisi Pengelolaan TMII Berjalan Transparan

Tidak dapat dipunggiri, sebagai orang yang tak kaya, bermodalkan doa restu para kiai sesepuh dan niat ikhlas, Sholehuddi nharus bertanding dengan calon lain yang notabene petahana di Desa Waru Timur.


“Isyaallah dengan doa restu para kiai dan dukungan masyarakat, saya berbismillah maju pada pilkades Waru Timur,” kata Sholehuddin

Menurut Ustadz Sholeh, tidak ada kata lain dalam pencalonannya ini, selain ikhlas mengabdi kepada masyarakat dalam memajukan desanya. Ini merupakan momentum untuk membangun desanya menjadi lebih baik, memakskmalkan anggaran dana desa untuk kepentingan warganya.

“Hanya bermodal pengetahuan dan kepercayaan serta dukungan tokoh masyarakat, sehingga timbul ide membuat program-program untuk kemajuan dan kemakmuran warga desa dengan anggaran yang setiap tahunnya lebih meningkat,” ujarnya.


Ustadz Sholeh mengungkapkan ada beberapa program yang sudah dicanangkan jika diruminya diberi amanah menjadi kepala desa. diantara program tersebut yakni pelayanan desa yang optimal, perbaikan infra struktur, penguatan pelayanan kesejahteraan sosial , Transparansi DD dan ADD, pengembangan BUMdes dan pemanfaatan dana hibah untuk pengembangan desa.

Ustadz Sholeh pun merancang program-program ini tentu sudah mengkalkulasi berapa banyak anggaran yang dibutuhkan serta seberapa manfaat bagi warga desanya.


Saat ditanya tentang politik uang, lulusan sarjana ekonomi ini sadar betul, bahwa masyarakat di desanya kini dapat berfikir panjang dan cerdas dalam menentukan pilihannya. Sebab, menurutnya momentum pilkades ini hanya lima tahun, tapi dampaknya sangat besar jika salah memilih.

“Yang jelas kalau masih mau pakai money politik, tidak akan berkah dan merusak citra demokrasi,” ungkapnya.

Ia beranggapan, jika dirinya terpilih tanpa money politik untuk membeli suara rakyat seharusnya dia juga tak punya beban menyerap anggaran dana desa untuk menjalankan program-programnya tanpa berniat memotongnya atau dikorupsi sebagai pengganti modalnya membeli suara rakyat.(cz/tok)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed