Sering Ditindak Satgas Covid, Mangement Gozadera Bar Bersikukuh Memiliki Izin Resto

citizen.co.id Surabaya – Meski sering ditindak, namun tidak membuat Gozadera Bar de Tapaz di Jl Sriwijaya No.22, Tegalsari, Surabaya, jera dan tetap beroperasi dimasa Pandemi. Bahkan, pihak management bersikukuh memiliki ijin lengkap.

Saat Tim Pemburu Protokol Kesehatan Pemprov Jatim, gabungan dari Polda Jatim, Satpol PP, TNI, Ormas dan Relawan Covid-19 tiba dilokasi, Zaki selaku penanggung jawab langsung mencari Kasat Pol PP Jatim, Budi Santosa.

“Pak Budi mana, mana Pak Budi,” kata Zaki saat berada di halaman parkir cafe dan resto miliknya, Minggu (17/1/2021) malam.

Baca juga :

Ajak Nikah Fiki Naki, Dayana Malah Jadi Selebgram

Basarnas Memutuskan Memperpanjang Pencarian CVR Pesawat Sriwijaya SJ-182

Pria bertotto tersebut melakukan protes karena merasa memiliki ijin lengkap. “Kami ini punya ijin lengkap, Resto buka sampai jam 22.00 WIB, dan saya punya ijin Resto bahkan sampai Bintang Tiga,” ungkap Zaki.

Meski dijelaskan, bahwa dalam Perwali Surabaya Nomor 67 tahun 2020 yang melarang tempat Rumah Hiburan umum (RHU) dilarang buka, Zaki masih bersikukuh memiliki ijin Resto yang diperbolehkan dapat beroperasi hingga pukul 22.00 WIB.

“Kalau RHU dilarang buka, tapi kami punya ijin Resto, semua sudah kami lengkapi ijinnya, bahkan sampai Bintang Tiga, kalau memang tidak boleh buka, percuma kami buat ijin mahal,” dalih Zaki.

Kasat Pol PP Pemprov Jatim, Budi Santosa kembali menegaskan, meski Gozadera Bar de Tapaz memiliki ijin Resto, namun dalam prakteknya menjual Miras dengan Alkohol kadar tinggi.

“Ditempat sampean (Kamu) ini tempat minum (Miras) bukan, ini wilayah hukumnya Surabaya, jadi menggunakan Perwali Surabaya. Dan dalam aturannya (Perwali) RHU dilarang buka,” tegas Budi.

Ia mengungkapkan, dalam upaya memutus rantai penyebaran Pandemi Covid-19, pihaknya tidak melakukan tebang pilih dan sudah banyak tempat RHU yang ditindak karena melanggar Protokol Kesehatan.

“Kami tindak tanpa tebang pilih, kemarin di Holywings juga kami lakukan tindakan yang sama. Jadi tempat yang menyediakan Miras (Beralkohol tinggi) dilarang buka,” tambah Budi.

Kasatpol PP Jatim ini juga mengungkapkan, bahwa pihaknya, Senin (18/1/2021) akan melakukan hearing dengan Komisi A DPRD Kota Surabaya. “Nanti keluhan sampean (Anda) akan kami bicarakan dalam hearing, untuk keputusannya nanti kami sampaikan,” pungkas Budi

Dalam razia tersebut, petugas menyita Identitas pengunjung dan karyawan untuk 14 hari kedepan dan meenjalani sidang Tipiring. (cz/bel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*