oleh

SBY Resmikan Museum dan Galeri Seni SBY-ANI Kolaborasikan Konsep 4 Museum

citizen.co.id Pacitan – Pembangunan Museum dan Galery Seni SBY-ANI resmi dimulai ditandai dengan seremonial pemasangan tiang pancang (Groundbreaking) oleh Presiden RI keenam Jenderal (Purn) TNI, Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pacitan, Sabtu (22/2/2020).

Turut pula mendampingi Wapres RI ke 11 Prof Dr Budiono, Choirul Tanjung, mantan KSAD Jenderal (Purn) TNI Pramono Edi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Bupati Pacitan Indartarto, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edi Baskoro Yudhoyono.

Selain itu sejumlah mantan menteri Kabinet Indonesia Bersatu era Presiden SBY juga turut hadir, seperti Dahlan Iskan, Hatta Rajasa, Joko Kirmanto, Zulkifli Hasan, anggota Wantimpres Dr Soekarwo, Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak, kemudian keluarga besar Sarwo Edi Wibowo serta rekan-rekan satu angkatan SBY saat menempuh pendidikan di Pacitan.

Dalam sambutannya, SBY mengatakan bahwa inspirasi dan pemikiran dibalik pendirian museum dan galery seni SBY-ANI adalah saat memimpin dulu pernah berkunjung ke museum presiden RI pertama Bung Karno di Blitar dan museum presiden RI kedua Soeharto di Yogjakarta.

Namun presiden RI berikutnya belum ada yang membangun museum sebagaimana museum Bung Karno dan museum Pak Harto, maka SBY berinisiatif membangun Balai Kirti untuk mengabadikan jejak perjuangan dan pengabdian presiden-presiden sebelum dirinya, agar diketahui generasi bangsa.

“Alhamdulillah sudah hadir sekarang museum kepresidenan Balai Kirti yang ada di Istana Bogor. Dan disitu kita sampaikan apa saja yang dilakukan oleh Bung Karno, pak Harto, pak BJ Habibie, Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), Ibu Megawati, dan saya sendiri. Bahkan Pak Jokowi sudah kita siapkan tempatnya, ” ungkap pria asli Pacitan ini.

Kendati demikian tidak menghalangi, kalau orang seperti SBY di tanah kelahirannya mendirikan museum yang lebih lengkap. “Saya juga masih ingat ketika selesai mengemban tugas pada Desember 2014 hingga Januari 2015 bersama keluarga mengunjungi empat museum yang ada di Amerika Serikat untuk mendapatkan inspirasi,” kenang SBY.

Baca juga :

Relawan dan Warga Solo Sukarela Pasang Gambar dan Banner Gibran – Diah Warih

Konkernas 1 PGRI, Wapres Minta PGRI Punya Program Peningkatan Kualitas Guru

Wanita Indonesia Dipenjara Karena Sebar Hoaks Corona di Malaysia

Diantara museum yang dikunjungi adalah museum Hary Esthruman di Silauwe Missiauri, museum Eisen Hower di Ebelin Cansas, museum Bill Clinton di Little Rock City Arkansas, dan museum Bush ada di Dallas Texas. “Museum-museum itu dibangun oleh para mantan presiden itu di tanah kelahirannya masing-masing, ” jelasnya.

Setelah itu saat almarhumah Ani Yudhoyono menjalani perawatan di Singapura selama 4 bukan, SBY sebagai suami yang setia ikut menemani dan banyak berbincang sekaligus mengingatkan soal pembangunan museum dan mendorong segera dirancang dan dibangun di Pacitan direalisasikan.

Bahkan pada sebulan terakhir sebelum Ibu Ani dipanggil kembali pula ng ke Rahmatullah pihaknya mendiskusikan lebih intens, museum di Pacitan itu mau dibangun dimana, kemudian desain dan arsitekturnya seperti apa serta apa saja yang ditampilkan.

“Saya juga meminta secara khusus kepada Almarhumah karena selama 10 tahun mendampingi saya, banyak yang dilakukan Ibu Ani untuk saudara-saudaranya di Indonesia. Firt Lady Section atau ruang untuk Ibu Negara seperti apa. Beliau sangat antusias untuk itu,” kata SBY dengan nada berat

Ia mengaku walaupun Ani Yudhoyono dilahirkan di Yogjakarta, ayahandanya dari Purworejo dan ibundanya dari Magelang. Namun almarhumah sangat mencintai Pacitan.

“Kali pertama saya ajak ke Pacitan pada Desember 1973, saya baru dilantik jadi Perwira Remaja, istri sudah boleh dikatakan jatuh cinta dengan Pacitan yang indah ini. Setelah itu sudah tak terhitung lagi berkunjung ke Pacitan, ” ungkapnya.

Kenangan yang masih mendalam itu diakui SBY mengakibatkan dia masih sulit move on setelah ditinggal almarhumah. Bahkan saat menghadiri groundbreking museum dan galery seni SBY-ANI sengaja mengambil jalur lain.

“Kalau pulang ke Pacitan biasanya rutenya adalah Yogyakarta, Wonosari, Prajimantoro, Pulung, dan Pacitan. Singgah dimana, mengisi bensin dimana relatif hapal. Itulah sebabnya kali ini saya tidak melewati rute ini karena hati saya belum kuat,” dalihnya.

Sebagai gantinya, rombongan SBY melalui rute yang jarang dilalui saat pulang ke kampung halaman, yakni Solo, Sutorejo, Wonogiri, kemudian sampai di Pacitan. “Saya ingat pesan almarhumah yang tak akan saya lupakan sampai kapanpun, Pepo nanti kalau saya sudah sembuh kita atur bersama, kita bangun dulu rumah yang kecil di belakang kemudian kita tata museum dan galeri itu. Tapi Allah SWT menakdirkan yang lain,” bebernya.

Cerita dan kenangan manis bersama almarhumah inilah yang kemudian mengilhami kenapa museum dan galeri seni SBY-ANI dibangun di Pacitan. Museum ini hendak kami persembahkan kepada saudara-saudara kami rakyat Indonesia utamanya generasi-generasi masa kini dan masa mendatang.

“Ini juga merupakan amanah dari almarhumah Ibu Ani Yudhoyono sehingga pada saatnya kami akan bisa menulis dalam memoar saya nanti bhwa museum dan galeri seni ini tanda cinta saya dan keluarga yang abadi kepada almahrumah istri tercinta,” kata SBY disambut tepuk tangan ribuan undangan yang hadir.

Sebagai kata penutup, presiden RI keenam itu juga tak lupa mengaucapkan terima kasih atas kehadiran undangan, khususnya kepada Pak Choirul Tanjung yang ikut mendampingi dalam pembangunan museum da galeri seni SBY-ANI serta para donatur yang dengan sukarela membantu terwujudnya museum dan galeri ini.

“Terima kasih kepada bapak Bupati Pacitan dan Gubernur Jatim dan semua yang mendoakan agar museum dan galeri seni ini betul-betul dapat diwujudkan,” pungkas SBY. (cz/jos/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed