oleh

Salurkan Bantuan Sembako Gunakan kualitas Medium Harga di atas HET

-DAERAH-0 views

citizen.co.id Sumenep – Penyaluran Bantuan Pangan Non tunai (BPNT) yang sekarang beralih menjadi program sembako di Desa Ganding, Kecamatan Ganding dinilai tidak sesuai dengan Harga Eceran Tinggi (HET)

Temuan ini tentu menjadi sorotan publik sebab dalam aturan bahwa beras medium yang dijual kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) jangan sampai melebihi harga 94.500 padahal aturan ini sudah tertuang dalam pedoman Umum (Pedum)

Kata Izat, hingga detik ini masih belum ada teguran dari TKSK dan Tikor kecamatan Ganding. Masyarkat masih bertanya pada dirinya terkait soal beras medium yang dijual KPM melebihi dari ketentuan.

Baca juga :

Mafia Migas, Dimanakah Engkau Berada

Pengacara Abdullah (Dul Ketem) Menyatakan Tidak Ada Satupun Saksi JPU Menyatakan Ada di Lahan Kebun-nya

Soal Banjir Jakarta, Menteri PUPR: Masalah Ibu Kota Negara, Semua Bertanggung Jawab

“Masyarakat masih sempat bertanya kepada saya soal harganya,” jelasnya

Izat Menjelaskan bahwa ada satu Agen di Desa Ganding yang menjual beras medium yang melebih harga HET padahal beras tersebut bukan premium dengan harga yang sangat tinggi.

“Bahkan persoalan banyak masyarakat bertanya bahkan LSM juga demikian sehingga saya perlu bicara bahwa hari ini khususnya Desa Ganding bukan saya suplayernya,” tegasnya

Sementara agen Desa setempat Rizal saat di tanya oleh sejumlah media tentang kebenaran informasi tersebut sempat ragu menjawab pertanyaan. Ia berdalih wartawan harus punya sertifikat UKW.

“Ini wartawan semua ya, sudah melalui UKW yang resmi, gak soalnya kalau tidak melalui UKW kan kompetensinya gimana, harusnya ada itu-itunya,” ucapnya.

Saat dijelaskan oleh sejumlah media perihal keabsahan dan legalitas media masing-masing akhirnya agen Rizal angkat bicara. Ia justru membantah tudingan jika telah menjual beras program sembako di atas HET. Ia dengan tegas mengklaim telah melakukan transaksi dengan KPM sesuai aturan yang berlaku.

“Saya sudah menawarkan pada KPM bahwa harganya 115 per 10 kilogram, dan KPM menerimanya, bahkan tidak mempermasalahkan karena kwalitas beras juga bagus,” dalihnya.

Saat disinggung tentang jenis beras yang dijual kepada KPM, agen Rizal terlihat kebingungan. Bahkan, ia terlihat kurang begitu paham tentang jenis beras apa yang dijualnya.

“Saya kurang tau juga kalau jenis berasnya apa, entah itu premium apa medium. Namun yang jelas, kami (agen) meminta beras premium pada supplier,” tukasnya.

Untuk diketahui Sampai saat ini, besaran HET beras masih mengacu pada Peraturan Menteri Pedagangan (Pemendag) Nomor 57 Tahun 2017. Dalam cakupannya besaran HET beras dibagi menjadi tujuh kategori berdasarkan wilayah, sementara untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan ada di Rp 9.450 per kg untuk medium dan Rp12.800 per kg untuk premium.(cz/jos/rus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed