oleh

Rencana Uji Swab di Pasar Kaputran

citizen.co.id Surabaya – Setelah Pasar Keputran Utara, kini pemkot bakal melakukan penanganan di Pasar Keputran Selatan. Pemkot saat ini mempersiapkan swab masal lagi di lokasi tersebut.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Irvan Widyanto menyampaikan, sampai saat ini aktivitas di Pasar Keputran Selatan memang belum diliburkan. Pedagang masih beraktivitas seperti biasa.

Di pasar basah itu, rencananya pemkot melakukan swab. Tujuannya, memastikan apakah ada pedagang atau pembeli yang positif Covid-19. ’’Kami akan lakukan swab masal. Waktu belum ditentukan,’’ ucapnya Selasa (21/7).

Sementara itu, Pasar Keputran Utara sesuai dengan kesepakatan diliburkan mulai kemarin.

Baca juga :

Masjidil Haram Tutup Saat Idul Adha

Presiden Kirimkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Banjir Bandang di Luwu Utara

Relawan Letho Papua Juga Didukung Hendrik Yance Udam Masuk Kabinet Jokowi, Sebagai Wakil Orang Papua

Petugas mulai menyemprotkan disinfektan di area pasar yang ditempati sekitar 1.200 pedagang itu. Aktivitas jual beli dihentikan selama sepekan. Rencananya, hari ini ada pembersihan stan di Keputran Utara.

Direktur Teknik dan Usaha PDPS Muhibuddin mengatakan, terkait dengan Pasar Keputran Selatan, hingga kemarin belum ada yang positif dari pedagang. Mayoritas yang tercatat positif adalah di Pasar Keputran Utara. ’’Karena itu, kami belum tahu jika ada swab lagi di Keputran Selatan,’’ ucapnya. Hingga kemarin, pasar dengan 600 pedagang tersebut masih beroperasi seperti biasa. Tentu sesuai protokol kesehatan.

Mayoritas pedagang Pasar Keputran Selatan adalah penjual ayam potong dan pisang. Sebagian kecil menjual kebutuhan pokok dan daging ikan. Sementara itu, sikap tegas pemkot yang menutup sementara pasar Keputran Utara menuai kritik dari dewan. Wakil rakyat menilai kebijakan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Dampaknya justru meresahkan warga. Kebutuhan sayuran dan perekonomian warga bisa terhambat.

Ketua Komisi C Baktiono menilai pemkot harus mencari solusi lain untuk menangkal persebaran korona di pasar Keputran Utara. Menurut Baktiono, keberadaan pasar tradisional itu sangat vital. ’’Memasok kebutuhan sayuran. Buka mulai pagi hingga malam,’’ jelasnya Selasa (21/7).

Belum lagi nasib pedagang. Dengan penutupan itu, penjual tentu tidak mendapatkan pendapatan. Stop selama seminggu. Menurut Baktiono, pemkot seharusnya lebih mengutamakan prinsip preventif atau pencegahan. Pasar tetap buka seperti biasa, tetapi dengan pengawasan yang ketat.

Misalnya, menerjunkan petugas satpol PP untuk pengawasan. Setiap pengunjung dan penjual dipelototi. Yang ada di pasar harus mematuhi protokol kesehatan. Pembeli dan pedagang memakai masker serta face shield. ’’Selain itu, pedagang memasang pembatas dari plastik di depan lapak. Sebagai antisipasi droplet,’’ ucapnya.

Selain itu, petugas satpol PP mengecek kesehatan pembeli dan pedagang. Warga yang hendak masuk harus melewati pemeriksaan suhu tubuh. Jika panas tubuhnya lebih dari 37,5 derajat Celsius, pengunjung tidak diperkenankan masuk pasar. ’’Sama halnya dengan pedagang. Yang suhu tubuhnya tinggi juga diminta beristirahat,’’ tegas sekretaris DPC PDIP itu.

Sikap senada disampaikan Wakil Ketua DPRD A. Hermas Thony. Dia tidak sepakat dengan penutupan Pasar Keputran Utara. Langkah itu dinilai justru meresahkan warga. Dia mencontohkan penutupan Pasar Kapasan. Kebijakan itu membuat pedagang resah. ’’Saya banyak menerima keluhan,’’ tuturnya.

Dia mengakui, kesehatan merupakan hal yang paling utama. Namun, ekonomi juga harus menjadi pertimbangan. ’’Sebab, ketika tidak bisa bekerja, warga tidak bisa mendapatkan uang,’’ jelasnya.

Sekretaris DPC Gerindra itu meminta pemkot merancang pembenahan Pasar Keputran Utara. Setelah pasar disemprot, penataan dilakukan. ’’Ini kesempatan pemkot menata pasar,’’ jelasnya.

Nah, pedagang dipindahkan sementara. Lokasinya di depan pasar. Yakni, menempati jalan. Memang, kebijakan itu bakal membuat akses tidak bisa dilewati kendaraan. Namun, Thony mengatakan, saat ini dibutuhkan langkah cepat. ’’Jalan ditutup sementara. Seminggu. Untuk warga berjualan,’’ ucapnya.(cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed