oleh

Protokol Kesehatan Ijab Qobul Pernikahan Pakai Tali Rafia

citizen.co.id Jombang__Sepasang pengantin di Jombang terpaksa melakukan ijab qobul di depan penghulu dengan menggunakan tali rafia.Tali rafia ini menjadi pengganti jabat tangan yang tidak diperbolehkan karena mencegah penularan virus covid 19. Selain itu, seluruh tamu undangan di haruskan mematuhi protokol kesehatan.

Di teras rumah orangtua mempelai perempuan ijab qobul pernikahan Edi Sulianto dan Khusnia Melati digelar. Pernikahan yang di gelar di tengah pandemi covid 19 ini berbeda dari biasanya.

Selain harus menerapkan protokol kesehatan, pelaksanaan ijab qobul di rumah mempelai perempuan  di Desa Pulogedang Kecamatan Tembelang Jombang, dilakukan menggunakan tali rafia.

Baca juga :

Warkop Pitulikur Bantu Siswa Belajar dengan Wifi dan Teh Hangat Gratis

Bagian Atas Alun-Alun Surabaya Ditargetkan Selesai Pertengahan Agustus

Fatah Jasin – KH. Ali Fikri Warist Dengan Tongkat, Harapan Besar Menang di Pilkada 2020

Sang penghulu mengganti  jabat tangan saat pembacaan ijab qobul dengan tali rafia. Sang mempelai priapun menerima ijab qobul dari penghulu yang mewakili akad nikah dari orangtua mempelai perempuan.

Meskipun tegang pelaksanaan pernikahan ini berjalan lancar.  Sementara sebelum tamu undangan masuk seluruh lokasi di terop dan tempat pengantin disemprot disinfektan.

Edi Sulianto, sang pengantin pria, mengaku, tidak keberatan meskipun harus menggunakan protokol kesehatan dalam pernikahannya. “Meskipun akad jabat tangan diganti tali rafia, saya lega bisa melaksanakan akad nikah dengan lancar,” kata Edi Sulisianto.

H. Abdul Kholik Makruf, penghulu, mengakui, pelaksanaan protokol kesehatan ini wajib di laksanakan dalam pelaksanaan pengantin. Selain persyaratan administrasi seperti surat sehat, demi menjaga penularan pelaksaan ijab qobul juga masih melakukan protokol  kesehatan.

“Dengan menggunakan tali rafia dengan kode tarik menarik ini sebagai simbol akad dan dianggap sudah sah menjadikan  mempelai suami istri sebagai pasangan sah,” ucap H. Abdul Kholik.

Sementara pengiring kemanten harus menjalani pemeriksaan  petugas dari satgas covid Desa Pulogedang. Mereka berjaga di depan pintu terop memeriksa suhu, cuci tangan hingga melakukan penyemprotan dis infektan dalam rangka mencegah penularan covid 19. (cz/bis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed