Presiden Prabowo: Pendidikan Jadi Prioritas Utama, Anggaran Tertinggi dalam APBN

Jun 11, 2025 - 20:39
Presiden Prabowo: Pendidikan Jadi Prioritas Utama, Anggaran Tertinggi dalam APBN
Ilustrasi biaya pendidikan (Freepik)

Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan nasional. Menurutnya, lembaga pendidikan merupakan fondasi utama dalam menentukan arah dan masa depan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Kampus Bhineka Tunggal Ika milik Kementerian Pertahanan, Rabu (11/6/2025). Dalam acara yang turut dihadiri oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Prabowo menyampaikan pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang bangsa.

"Semua bermula dari lembaga pendidikan. Karena itu juga dicerminkan dalam APBN kita. Sebagai Presiden, saya mengajukan APBN di mana sektor pendidikan mendapat porsi alokasi anggaran tertinggi dari seluruh anggaran negara," ujar Prabowo dalam sambutannya yang disiarkan secara virtual.

Lebih lanjut, Prabowo menyebut alokasi anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 bahkan telah melampaui batas minimal yang ditetapkan Undang-Undang, yakni 20 persen dari total APBN.

"Kalau tidak salah, ini yang tertinggi dalam sejarah Republik Indonesia. Di Undang-Undang disebutkan minimal 20 persen, tapi anggaran kita sudah di atas angka itu," jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, total anggaran pendidikan tahun ini mencapai Rp 724,3 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk berbagai program strategis seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Indonesia Pintar (PIP), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta Tunjangan Profesi Guru (TPG) Non-PNS.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk program-program baru seperti Sekolah Unggulan, Sekolah Taruna Nusantara, Sekolah Rakyat, program Makan Bergizi Gratis (MBG), digitalisasi pembelajaran, serta renovasi dan revitalisasi fasilitas pendidikan.