Presiden Prabowo Ingin Petugas Haji dari Unsur TNI-Polri, Ormas Tetap Dilibatkan

Jan 12, 2026 - 12:24
Presiden Prabowo Ingin Petugas Haji dari Unsur TNI-Polri, Ormas Tetap Dilibatkan
Ilustrasi petugas haji (Suaramuslim)

Jakarta — Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginginkan seluruh petugas penyelenggara ibadah haji berasal dari unsur TNI dan Polri. Hal tersebut disampaikan Abdul saat memberikan arahan pada pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Abdul mengatakan keinginan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak dalam kegiatan tersebut.

“Tadi disampaikan oleh Pak Wamen, sebenarnya Bapak Presiden mengharapkan petugas haji ini adalah semua dari unsur TNI dan Polri,” ujar Abdul.

Meski demikian, Abdul menyebut Wamenhaj Dahnil telah memberikan sejumlah pertimbangan kepada Presiden Prabowo agar unsur lain tetap dapat dilibatkan dalam penyelenggaraan ibadah haji, termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas).

“Tapi Pak Wamen masih bisa menyampaikan kepada Bapak Presiden, kalau semua dari TNI Polri bagaimana dengan ormas-ormas yang ingin mendaftar, kader-kadernya ingin menjadi petugas haji. Alhamdulillah bisa diterima dan sekarang ini banyak ormas-ormas yang masuk di dalam petugas haji,” tuturnya.

Menurut Abdul, keterlibatan TNI dan Polri dinilai penting mengingat tugas petugas haji membutuhkan kekuatan fisik dan mental yang prima, terutama karena pelaksanaan haji berlangsung pada musim panas di Arab Saudi.

“Di Arab Saudi nanti di bulan Juni sudah mulai memasuki musim panas, suhunya tinggi, dan itu dibutuhkan petugas yang benar-benar patriotis, yaitu TNI dan Polri,” katanya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan bahwa masuknya unsur TNI dan Polri lebih dimaknai sebagai simbol harapan Presiden Prabowo agar seluruh petugas haji memiliki kedisiplinan tinggi dan mampu bekerja dalam sistem komando yang tertata.

“Ini simbol bahwa Presiden menginginkan para petugas haji semuanya punya kedisiplinan tinggi, bisa bekerja dalam rentang komando yang rapi agar fokus pada pelayanan kepada jamaah, bukan yang lain,” kata Dahnil saat dihubungi, Minggu (11/1/2026).

Dahnil menambahkan, berdasarkan evaluasi selama ini, keterlibatan unsur TNI dan Polri dalam penyelenggaraan ibadah haji menunjukkan kinerja yang baik, terutama dalam hal disiplin, daya tahan fisik, serta kesiapan menghadapi tekanan kerja di lapangan.

“TNI dan Polri yang selama ini bertugas di Tanah Haram menurut evaluasi kami punya semangat luar biasa dalam pelayanan jamaah haji. Semangat itu yang ingin kita hadirkan melalui diklat kali ini, agar semua petugas memiliki semangat seperti yang diharapkan,” ujarnya.