Prabowo Pastikan Tidak Ada Penyimpangan Dalam Program MBG

Nov 19, 2025 - 13:54
Prabowo Pastikan Tidak Ada Penyimpangan Dalam Program MBG
Presiden Prabowo Subianto

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lepas tangan terkait berbagai insiden yang muncul dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia memastikan negara tetap memikul tanggung jawab penuh atas setiap masalah yang terjadi.

Prabowo menjelaskan bahwa dari puluhan juta porsi makanan yang dibagikan setiap hari, kemungkinan munculnya gangguan pencernaan memang tetap ada. Meski begitu, pemerintah disebutnya terus memperketat pengawasan agar kejadian serupa dapat dicegah.

“Karena itu sekarang persiapannya lebih ketat, pemantauan lebih keras. Semua prosedur yang dibutuhkan harus diterapkan,” ujar Prabowo saat mengunjungi Bekasi pada Senin (17/11).

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo kembali menekankan kepada seluruh jajarannya bahwa tidak boleh ada celah penyimpangan sedikit pun dalam program-program prioritas pemerintah, termasuk MBG yang kini telah menjangkau sekitar 44 juta penerima manfaat.

“Tidak boleh ada sedikit pun penyimpangan. Ini uang rakyat, sehingga harus disiapkan dengan cermat agar tidak terjadi penyimpangan,” tegasnya.

Prabowo turut mengapresiasi percepatan program MBG yang dinilainya melampaui ekspektasi. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa target akhir program ini jauh lebih besar, yakni 82,9 juta penerima manfaat—mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil.

“Syukur alhamdulillah, makan bergizi gratis sudah mencapai 44 juta. Ini salah satu percepatan terbesar di dunia,” ujarnya. Ia menyampaikan bahwa Presiden Brasil bahkan mengatakan bahwa negara mereka butuh 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima, sementara Indonesia mencapainya dalam waktu kurang dari satu tahun.

Saat berinteraksi dengan warga di Bekasi, Prabowo mengungkapkan masih ada anak-anak yang mengaku belum mendapatkan MBG. Ia meminta mereka untuk bersabar karena proses distribusi dilakukan seketat mungkin demi menjaga kualitas dan mencegah potensi masalah.

Prabowo meyakini bahwa mayoritas masyarakat sudah merasakan manfaat program ini. Menurutnya, MBG bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi sebuah investasi penting bagi tumbuh kembang generasi muda. Asupan protein dan gizi yang baik diyakininya berkontribusi pada kesehatan fisik serta kecerdasan anak.

Pemerintah juga memastikan penanganan segera terhadap insiden keracunan yang terjadi. Dapur yang dianggap bermasalah langsung dihentikan operasinya, sementara evaluasi menyeluruh dilakukan—mulai dari pengetatan standar higienitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemeriksaan juru masak, penyederhanaan menu, hingga pemantauan puskesmas dan pembentukan satgas daerah.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat aturan penyelenggaraan MBG dengan menerbitkan Keputusan Presiden mengenai pembentukan Tim Koordinasi serta Peraturan Presiden tentang tata kelola program tersebut.


Niche Keyword Tag


Jika ingin versi yang lebih persuasif, lebih formal, atau lebih panjang/pendek, tinggal beri tahu saja!