Prabowo Akui Sering Ditawari Suap Selama Setahun Menjabat Presiden, Tegaskan Tak Goyah

Jan 8, 2026 - 14:44
Prabowo Akui Sering Ditawari Suap Selama Setahun Menjabat Presiden, Tegaskan Tak Goyah
Presiden Prabowo Subianto dalam acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Karawang, Rabu (7/1/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Karawang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya kerap menghadapi upaya penyuapan selama satu tahun terakhir menjabat sebagai kepala negara. Meski demikian, Prabowo menegaskan tetap teguh memegang aturan dan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.

Pengakuan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Panen Raya di Karawang yang disiarkan secara virtual, Rabu (7/1/2026). Ia mengaku geleng-geleng kepala menghadapi berbagai pihak yang datang silih berganti dengan maksud meminta kemudahan tertentu.

“Aku satu tahun aja jadi Presiden geleng-geleng kepala juga. Saya berapa kali mau disogok, bolak-balik datang, minta ini minta itu,” ujar Prabowo.

Meski menghadapi tekanan dan godaan, Prabowo menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan peraturan sesuai konstitusi. Ia menekankan bahwa kebijakan yang diambilnya berlandaskan kepentingan nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 terkait pengelolaan kekayaan alam.

“Tapi saya tegakkan peraturan sesuai dengan kepentingan bangsa dan negara saya, nggak ikut yang lain-lain,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menceritakan pengalamannya ketika disodori daftar puluhan perusahaan yang disebut melanggar aturan dan terancam pencabutan izin. Ia memilih untuk tidak melihat daftar tersebut secara langsung guna menghindari potensi konflik kepentingan.

“Saya bilang saya nggak mau karena ada teman saya di situ. Iya kan nggak enak, bisa terpengaruh saya. Begitu saya lihat eh ini Gerindra lagi. Jadi, lebih baik saya nggak mau lihat, saya nggak mau tahu,” ungkap Prabowo.

Presiden pun menegaskan bahwa penanganan perusahaan-perusahaan yang melanggar hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, setiap pelanggaran harus ditindak tanpa pandang bulu.

“Kalau sekarang saya, nggak tahu. Jadi, saya serahkan ke aparat penegak hukum, yang melanggar, tindak,” tutup Prabowo.