oleh

PPKM Darurat, Pemkab Pasuruan Kembali Intruksikan Belajar Daring

citizen.co.id Pasuruan – id-19 di wilayah Kabupaten Pasuruan yang digelar di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan,Sabtu(3/7/2021).

Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron menekankan beberapa hal penting terkait sistem pembelajaran online merupakan upaya bersama untuk menurunkan lajur lonjakan kasus harian Covid-19 di Kabupaten Pasuruan.


“Mulai tanggal 3 sampai 20 Juli 2021, penyelenggaraan pendidikan harus melalui daring. Baik sekolah formal maupun non formal seperti madin maupun TPQ.

Kami mohon bagi pengelola ponpes, tidak boleh menerima tamu. Jika ada wali santri yang akan mengirim anaknya ke ponpes, sementara tidak diperbolehkan dulu, minimal selama dua minggu ke depan”, tutur Wakil Bupati, Senin(5/7/2021).

PPKM Darurat, Menkeu: Pemerintah Tingkatkan Alokasi APBN di Bidang Kesehatan dan Perlinsos

Polri Awasi Aktivitas Penjualan Online Obat Antibiotik Pandemi Covid-19

Gus Mujib demikian biasanya Wakil Bupati akrab disapa, pengajar dari luar pondok pesantren untuk sementara waktu tidak diperkenankan beraktivitas di dalam lingkungan pondok. Pertimbangannya karena sangat rentan. Termasuk jika ada murid yang berangkat dari rumah atau diluar pondok diminta untuk diliburkan sementara.


“Sesuai Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali, Kabupaten Pasuruan masuk assesmen level 3. Kebijakannya adalah disamakan dengan level 4, berlaku sama di seluruh Jawa-Bali”, jelasnya.

Wakil Bupati menambahkan, pembelajaran online diberlakukan sebagai salah satu ikhtiar pemerintah untuk menurunkan perkembangan lonjakan Covid-19.

Juga meminimalisir meninggalnya pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Pasuruan. Seperti yang diketahui, lebih dari 10 orang meninggal setiap harinya akibat terpapar virus Corona. (cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed