Politisi PKB Soroti Kekerasan Anak oleh Oknum Linmas Surabaya

Citizen.co.id Surabaya – Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Samsul Arifin turut mengomentari korban kekerasan salah sasaran yang diduga dilakukan petugas Perlindungan Masyarakat atau Linmas (Linmas) Kota Surabaya.


Kasus kekerasan salah sasaran yang menimpa remaja SMP berinisial FA (15)  yang tak lain adalah putera dari Bendahara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim K.H. Rasyidi. Menurut Samsul kekerasan salah sasaran ini merupakan preseden buruk bagi Linmas Kota Surabaya. Hal ini terjadi karena tidak adanya kehati-hatian dari para petugas.

LPBH NU Jatim Bakal Perkarakan Tindakan Kekerasan Oknum Linmas Surabaya

Siang ini, ASEAN Gelar KTT Bahas Situasi di Myanmar

“Ini tidak bisa dibiarkan, Linmas Surabaya harus jeli terhadap siapa-siapa yang menjadi pelaku tawuran, apalagi hingga mengambil tindakan kekerasan, korbannya di bawah umur pula,” Kata Samsul


Mas Sam sapaan akrabanya meminta Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Surabaya, Irvan Widyanto segera mengevaluasi anak buahnya, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

” Saya meminta Pak Irvan segera mengevaluasi penangan kasus kekearasan ini. Hal seperti itu, Pak Irvan harus sigap. Harus ada evaluasi total, kalau perlu Pak Irvan juga dievaluasi walikota,” tegasnya.

Tidak sampai di situ, dewan dari dapil Surabaya-Sidoarjo ini juga meminta seluruh BPB Linmas Surabaya agar meminta maaf kepada Penguruh Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim atas kejadian kekerasan salah sasaran ini.


“Semuanya harus minta maaf ke PWNU Jatim. Termasuk Pak Irvan, harus meminta maaf. Jika perlu biayanya pengobatannya juga harus ditanggung. Saya meminta kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali,” katanya.

Sebelumnya diketahui, petugas Linmas Kota Surabaya, menangani tawuran remaja di kawasan Dupak Grosir, Bubutan, Kota Surabaya, Rabu (14/4) dini hari.

Saat menangani kasus tawuran ini, petugas Linmas diduga melakukan tindakan kekerasan. Sayangnya yang menjadi korban kekerasan ini bukan pelaku tawuran, melainkan FA yang tidak ikut terlibat tawuran, alias salah sasaran.


Akibatnya, FA mengalami luka-luka lebab di sebagian kepalanya akibat dibenturkan ke belakang sepeda yang terbuat dari besi oleh petugas linmas.

“Akibatnya, wajah anak saya lebam dan terluka cukup serius,” kata Rasyidi. (cz/tok)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*