oleh

PMI Surabaya Mengalami Krisis Stok Darah

-DAERAH-3 views

Citizen.co.id Surabaya – PMI Kota Surabaya mengalami krisis stok darah. Bahkan untuk hari ini stok darah yang tersedia hanya 34 kantong. dr Budi Arifah Kepala UDD PMI Kota Surabaya menyampaikan, menipisnya stok darah mulai terasa menjelang bulan ramadhan dan terus berlanjut hingga saat ini. Kondisi ini menurut dr Budi Arifah belum pernah terjadi di PMI Kota Surabaya.


“Ini yang terparah. PMI krisis stok darah. Selama ini belum pernah terjadi, bahkan saat ramadhan masih banyak stok darahnya dan kita juga bisa mengirim ke daerah lain,” ujar dr Budi Arifah.

Mensos Kunjungi 3 Korban Bom Makasar dan Berikan Santunan Bagi Korban Luka

Kontroversi Kamus Sejarah Indonesia, Sekertaris PERGUNU Sidoarjo ini mempertanyaan Sikap Kemendikbud

Imbas krisis stok darah yang dialami PMI Kota Surabaya, permintaan darah dari berbagai rumah sakit tidak bisa dipenuhi, sehingga banyak rumah sakit di Surabaya mencari stok darah ke daerah lain untuk kebutuhan pasien.


“Sedih rasanya saat permintaan darah dari rumah sakit tidak bisa kita penuhi. Semoga bisa diusahakan dari daerah lain,” ujar Muklas Udin salah satu pengurus PMI Kota Surabaya.

Krisis stok darah di PMI Surabaya menurut dr Budi Arifah diakibatkan beberapa hal, diantaranya berkurangnya animo masyarakat, faktor vaksinasi covid yang membuat pendonor tidak leluasa mendonor dan faktor berkurangnya aktivitas sosial karena kondisi pandemi.


“Ada beberapa faktor penyebabnya. Vaksinasi covid juga menjadi faktor, karena yang telah vaksin tidak bisa langsung vaksin harus ada jeda waktu. Kemudian aktivitas sosial banyak yang terhenti dan juga puasa minat masyarakat menurun,” lanjut dr Budi.

Untuk mengembalikan kondisi tersebut, PMI Kota Surabaya memberikan apresiasi terhadap para pendonor. Mulai dengan menberikan sovenir, sembako hingga undian untuk mendapatkan hadiah motor. Selain itu untuk memudahkan layanan PMI Surabaya juga membuka layananan donor 24 jam.


“Kita berharap masyarakat bisa kembali berdonor. Kita siapkan sovenir dan sembako untuk para pendonor. Ini kita lakukan agar masyarakat kembali tergerak untuk donor darah,” pungkas dr. Budi Arifah.(cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed