PKS Jatim Punya Enam Tugas Khusus Kawal Kebijakan Pemerintah

Citizen.co.id Surabaya – Milad Ke-19, PKS Jatim Punya Enam Tugas Khusus Kawal Kebijakan Pemerintah, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jawa Timur peringati hari milad PKS ke-19 dengan santunan anak yatim dan kaum duafa.


Bertempat di Gedung DPRD Jatim, sebanyak 19 orang anak yatim dan kaum duafa berkumpul untuk diberikan santunan dari anggota dewan PKS.

BPKN: Hari Konsumen Nasional Momentum Pulihkan Ekonomi Bangsa

Mensos Kunjungi 3 Korban Bom Makasar dan Berikan Santunan Bagi Korban Luka

Menurut Ketua Fraksi dari PKS Dwi Hari Cahyono. Santunan ke-19 belas anak yatim dan kaum duafa ini merupakan simbolis usia PKS yang ke 19 tahun. Dengan harapan PKS kedepannya dapat memberikan sumbangsih dan pelayanan yang lebih besar terhadap masyarakat.


“Saya mohon doa restu kepada Ibu adik-adik sekalian yatim piatu mendoakan PKS agar selalu terdepan dalam melayani masyarakat,” Kata Dwi, Selasa (20/4/2021).

Dwi juga berharap semua masyarakat agar turut mendoakan PKS tetap jaya dalam memperjuangkan keadilan masyarakat. Sebab saat ini, khususnya PKS Jatim mempunyai enam tugas penting untuk terus dikawal.

Ia menggungkapkan tugas penting itu yakni terus mengawal kebijakan UU Cipta Kerja atau Omnibus Law yang saat ini sudah mulai diberlakukan di Kepemerintahan Jatim.


Dwi mengungkapkan Ini menjadi persoalan serius, dimana sejak awal Omnibus Law ini sudah kontrofersial. PKS menekankan titik pengawalan di item terkait lingkungan hidup.

“Di Jawa Timur sendiri jika undang-undang Omnibus Law ini dilaksanakan maka akan Kehilangan sekitar 250.000 Hektar luas lahan hutan yang nanti akan beralih fungsi, laporan dari Dinas Kehutanan seperti itu,” ujar Dwi.

Tidak hanya itu, PKS juga akan mengawal Raperda Pondok Pesantren yang saat ini masih dalam perancangan di parlemen Jatim. Selanjutnya, penyematan gelar kepahlawanan untuk Syaikhona Kholil Bangkalan juga menhadi perhatian khusus dari partainya ini.


“Karena restu dan istikharah beliau berdirilah organisasi terbesar di dunia dan di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama, hal ini sangat penting sekali agar gelar pahlawan yang disematkan kepada beliau maka generasi muda akan mengetahui dan paham mana yang bisa dijadikan Pelopor pergerakan kebaikan,” jelas Dwi.

Selanjutnya, PKS akan memperjuangkan direalisasikan kembali bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat. BLT dirasa sangat membantu masyarakat dalam hal perekonomian, apalagi dimasa pandemi ini.


Pembelajaran tatap muka dimasa pandemi juga tidak luput menjadi poin yang diperjuangkan PKS, sebab sudah terlalu banyak keluhan dari para masyarakat terhadap sulitnya pembelajaran online terhadap anaknya.

Terakhir Dwi mengatakan, sistem zonasi sekolah juga menjadi agenda pembahasan PKS di parlemen. Pemerintah harus mempersiapkan gedung sekolahan yang cukup jika sistem zonasi ini diberlakukan.(cz/ttk)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*