oleh

Pilkada 2020 Presidium Gusdurian Jatim, Jangan Asal Klaim Nama Gusdurian

citizen.co.id Surabaya – Komunitas Gusdurian Surabaya kembali menyikapi masalah statement yang keluar dari salah satu pendukung bakal calon walikota surabaya, Statement yang seakan-akan kelompok Gusdurian Surabaya menyatakan mendukung Fandi Utomo, dalam Pilwali Surabaya 2020 mendatang

Dalam hal tersebut mendapat protes keras dari kelompok Gusdurian diberbagai daerah di Jawa Timur, Yuska Harimurti selaku koordinator Gusdurian menanggapi dengan serius terkait statemen Ketua Gerakan Masyarakat Penyambung Perjuangan Gusdur (Gempur) Kota Surabaya, yang melakukan klaim bahwa Gusdurian mendukung Fandi Utomo untuk maju pilwali Surabaya 2020.

Baca juga :

Pasien Termuda Positif Virus Corona, Bayi Baru Lahir Usia 30 Jam Jadi

Pemulangan WNI Eks ISIS Menuai Protes

Aliansi Cinta NKRI Protes Soal Pemulangan WNI Eks ISIS

Yuska Harimurti, selaku koordinator Gerakan Gusdurian Surabaya dan Presidium Gusdurian Jawa Timur yang berafiliasi dengan Jaringan Gusdurian di bawah komando Alissa Wahid, putri Gusdur selaku Koordinator Nasional, menyatakan penyesalan atas pemakaian dan klaim nama Gusdur dan Gusdurian dalam aksi dukung mendukung calon kepala daerah.

Kita semua mesti turut menjaga nama Gusdur dalam wilayah perebutan kekuasaan, terlalu merendahkan nama Gusdur jika hanya di pakai untuk kepentingan politik 5 tahunan.”tambah yuska

Jaringan Gusdurian , dalam 10 tahun kegiatannya selama ini tak bergerak di wilayah politik elektoral, politik praktis dukung mendukung partai atau perseorangan, tapi lebih fokus pada perjuangan nilai nilai kemanusiaan dan politik kebangsaan, dan ini di lakukan oleh seluruh komunitas Gusdurian di bawah koordinasi Jaringan Gusdurian.”tegas yuska

Dan peristiwa semacam ini sudah seringkali terjadi, setiap kali ada pileg, pilkada maka tiba tiba muncul orang orang atau kelompok yang menyatakan diri sebagai Gusdurian mendukung si A dan si B, tetapi mereka secara tidak sadar telah melecehkan nama Gusdur. Saya harap para pecinta, murid murid dan para penerus ajaran Gusdur sejati bisa memahami hal ini.”imbuhnya

Siapa saja berhak mengaku sebagai pecinta Gusdur , tetapi sikap dan pilihan tindakannya itu yang menjadi pembeda levelnya jadilah pecinta Gusdur tanpa harus menjual nama Gusdur untuk kekuasaan yang bersifat sementara.”pungkas pria pengagum Gua Dur ini. (cz/bel/tia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed