Pesan KH Marzuki Mustamar Untuk Pemimpin Di Jawa Timur

citizen.co.id Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriyah di Gedung Negara Grahadi, Kamis (18/3/2021) malam.

Peringatan Isra’ Mi’raj ini dihadiri oleh Forkopimda Pemprov Jatim. Pada peringatan Isra’ Mi’raj ini, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar berpesan agar para pemimpin bisa rukun tidak korupsi sehingga bisa mensejahterakan rakyatnya.


“Mugi-mugi Jawa Timur semakin makmur bahjatun toyyibatun warobbun Ghofur, diawali pimpinannya yanh senantiasa rukun Insyaallah masyarakat tentram,” kata KH Marzuki.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo Puji Kecepatan Vaksinasi di Jawa Timur

Pasca Divaksin, Ketua DPRD Sumenep: Alhamdulilah tidak sakit

Selain itu, Jatim harus menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola kepemerintahannya, kepemerintahan yang adil bersih dan berkemajuan serta makmur rakyatknya.

“Ketika Jawa Timur wangi, harum di mana-mana nanti berkah bagi anak-anak Jawa Timur, mereka dapat ngelamar pekerjaan dan kemana pun diterima,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan, ketakwaan para pemimpin juga harus terus di tingkatkan, sebab ketakwaan insyaallah akan nembawa pada kepemimpinan yang akan membawa memakmurkan bagi semua pihak, khususnya pada rakyat Jatim.


“Harus nihil korupsi, bermartabat, dikelola dengan baik adil memberikan kemakmuran bagi semuanya. Insya Allah untuk tekad nihil korupsi bisa, untuk tekad nihil kecurangan bisa untuk nihil pelanggaran bisa asal kita benar-benar takut Allah,” jelas KH Marzuki.

Toleransi antar umat beragama harus terus di pupuk di Jatim, mengingat banyaknya suku dan budaya yang ada, pemerintah harus berperan aktif dalam menjaga toleransi ini. KH Marzuki mencontohkan seperti candi-candi yang ada di pulau Jawa tetap kokoh meski berada ditengah mayoritas muslim dan makam para wali yang tetap terawat di Bali meski berada ditengah mayoritah umat hindu buda.

“Pemimpin harus tepo seliro (toleransi) meski beda partai, beda suku, dan beda keyakinan untuk hidup tentram bersama,” ungkapnya.(cz/bel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*