oleh

Peringati HANI: PLATO Foundation Gelar Fun Education bagi Pecandu

Citizen.co.id Surabaya – Di masa pandemi COVID19, penyalahgunaan Narkoba justru makin meningkat dan menyasar hampir seluruh kalangan termasuk generasi muda.

Harapannya, para stakeholder memberikan perhatian ekstra dengan menguatkan kesehatan mental, kecakapan hidup dan memberikan edukasi pencegahan narkoba secara masif kepada mereka.


Meski telah ada peraturan yang melarang, dalam kenyataannya barang haram tersebut tetap saja disebarkan. Tentu saja ini sangat membahayakan karena membawa pengaruh terhadap diri sipengguna, dimana jangka panjangnya akan berhadapan pada penyakit kecanduan.

Wapres: Perang Lawan Narkoba, Perlu Kerja Sama Tingkat Nasional, Regional dan Internasional

Hari Anti Narkotika Internasional, Harapan Kepala BNNP Jatim

Jika tidak tercegah (terobati), akan memperparah keadaan diri pecandu dan merusak semua aspek hidupnya .


Terkait dengan optimalisasi rehabilitasi sosial, PLATO Foundation menggelar acara Fun Education bagi pecandu selaku korban NAPZA yang telah mengikuti rehabilitasi di PLATO, melalui perlombaan dalam rangka memperingati HANI (Hari Anti Narkotika Internasional).

Selain untuk meningkatkan kreatifitas dan membangun kesehatan mental pecandu dimasa pandemi, kegiatan ini juga untuk mengajak masyarakat untuk mendukung gerakan menyelamatkan pecandu melalui rehabilitasi.


Dengan mengusung tema War on Drug, PLATO ingin menunjukkan bahwa para pecandu yang telah menjalani rehabilitasi, layak mendapat peluang diterima kembali di tengah-tengah masyarakat agar mereka tidak kambuh, dapat hidup sehat dan produktif.

Acara yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 26 Juni 2021, pukul 10.00 WIB itu bertempat di PLATO Center, Jl. Cipta Menanggal V No.16 Surabaya.

Acara yang dikemas secara fun dan edukatif tersebut dalam bentuk, lomba mengemas pesan cegah narkoba melaui parikan Jawa Timuran, pesan berantai, jingle dan cerdas tangkas.


Dengan diikuti kurang lebih 24 pasien rehab, melalui acara ini mereka akan mendapatkan challenge untuk menggali kemampuan diri yang selama ini terabaikan.

Kerjasama dalam kelompok serta pemberian apresiasi berupa hadiah juga membangun kesadaran diri sebagai makhluk sosial yang dibutuhkan dan diterima oleh yang lain.


Pulihnya kepercayaan diri para pecandu setelah melalui tahapan rehabilitasi tentunya menjadi harapan besar agar keluarga, lingkungan masyarakat serta pemerintah menyediakan support sistem bagi pecandu dan menjadikan mereka agen perubahan untuk ikut serta membangun lingkungan bersih narkoba ketika mereka kembali ke masyarakat.(cz/ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed