Penolakan tambang fosfat di Sumenep: Anggota DPRD Jatim minta Bupati Tinjau ulang

citizen.co.id Surabaya – Penolakan tambang fosfat di Kabupaten Sumenep terus dibanjiri penolakan dari sejumlah pihak, mulai dari aktifis lingkungan, aktifis mahasiswa hingga sejumlah kiai dan pengasuh Pondok Pesantren.

Kali ini tambang fostat diminta dipertimbangkan secara matang turut disuarakan Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Masduki. Ia beranggapan jika tambang fosfat benar-benar dilakukan, hal itu merupakan suatu ancaman bagi kelangsungan ekosistem dan dampak lingkungan di Kabupaten Sumenep.


“Pihak yang pertama kali dirugikan adalah para petani. Ini jelas efeknya, sebab tambang fosfat ini berada di tengah lahan basah para petani,” Kata Masduki saat ditemui diruangannya, Jumat (16/4/2021).

Pemerintah Sumenep Gelar Bazar Ramadhan di Empat Titik

Tahun 2021 Anggaran Irigasi di Sumenep Turun 50 Persen

Masduki menyebutkan, dampak buruk yang akan ditimbulkan mengarah pada perubahan budaya bahkan hingga ke kesehatan masyarakat, sebab lingkungan yang ditempatinya sudah tidak ramah lingkungan.


Akhirnya, masyarakat dipaksa berfikir keras bagaimana pemanfaatan lahannya untuk bercocok tanam. Hal ini menurutnya akan menjadi ironi tersendiri bagi para petani.

“Ekosistem lingkungan akan terdampak. Kita tahu memang bumi Indonesia ini kaya akan sumber daya alamnya. Namun tidak serta merta semuanya dilakukan penambangan, pikirkan masyarakatnya,” kata Masduki.

Tidak hanya itu, kemungkinan yang akan terjadi, lanjut dewan dari fraksi PKB ini adalah keterasingan warga Sumenep sendiri terhadap tanahnya, kerena peta keberadaan fosfat hampir meliputi setiap daerah di Kota Keris ini.


Iapun berharap, Bupati Sumenep, Akhmad Fauzi berfikir ulang tentang potensi penambangan fosfat di daerahnya, jangan hanya terlena terhadap meteri pendapatan asli daerah (PAD) yang akan meningkat dengan penambangan fosfat hingga mengesampingkan kesejahteraan dan kesehatan masayarakat. “Apalagi sudah ada penolakan dari para warga Sumenep. Ini seharusnya patut dipertimbangkan oleh pemerintah daerahnya,” tegasnya.(cz/tok)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*