Pemerintah Kaji Wacana Kereta Lintas Negara Indonesia–Malaysia–Brunei di Kalimantan

Dec 20, 2025 - 15:24
Pemerintah Kaji Wacana Kereta Lintas Negara Indonesia–Malaysia–Brunei di Kalimantan
Ilustrasi jalur kereta (Dok: KAI)

Jakarta - Pemerintah Indonesia akan mengkaji wacana pembangunan jalur kereta api lintas negara yang menghubungkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam di Pulau Kalimantan. 

Kajian ini dilakukan menyusul pernyataan Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin, yang sebelumnya menyampaikan rencana tersebut.

Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK), Odo RM Manuhutu, mengatakan hingga saat ini pemerintah Indonesia belum menerima proposal resmi dari pemerintah Malaysia terkait rencana pembangunan jalur kereta lintas negara tersebut.

“Belum ada proposal resmi yang kami terima. Nanti kita lihat lebih lanjut. Tentu saja akan dievaluasi pros and cons-nya, termasuk manfaatnya bagi Indonesia,” ujar Odo usai Rapat Koordinasi di Kemenko IPK, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025).

Odo menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar pemerintah memperluas jaringan kereta api nasional. Arahan tersebut mencakup pembangunan jalur kereta baru sekaligus revitalisasi sarana dan prasarana perkeretaapian yang sudah ada.

Saat ini, pemerintah masih melakukan pengkajian regulasi untuk mempercepat pengembangan jalur kereta api baru maupun revitalisasi jalur lama. Salah satu target besar yang ingin dicapai adalah mengembalikan panjang jalur kereta api Indonesia hingga 12.000 kilometer (km), seperti pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

“Zaman Belanda jalur kereta api kita mencapai 12.000 km, sekarang tinggal sekitar 7.000 km. Targetnya adalah kembali mencapai 12.000 kilometer. Untuk menjadi negara maju, rasio antara kepadatan penduduk, wilayah, dan panjang jalur kereta api harus ditingkatkan,” jelas Odo.

Ia menambahkan, prioritas pengembangan jaringan kereta api akan difokuskan di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan revitalisasi prasarana perkeretaapian, termasuk jalur terowongan yang saat ini berusia antara 75 hingga 100 tahun.

Sebagai informasi, wacana pembangunan jalur kereta lintas negara Indonesia–Malaysia–Brunei Darussalam pertama kali disampaikan oleh Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin, saat melakukan kunjungan ke Ibu Kota Nusantara (IKN) beberapa waktu lalu.

“Selain transportasi udara, kami juga sedang mengkaji pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam,” ujar Lee Kim Shin dalam keterangan tertulis, Kamis (11/12/2025).

Top of Form

 

Bottom of Form