oleh

PCNU Surabaya Launching HBNO Channel

-DAERAH-3 views

Citizen.co,id Surabaya – Bertepatan pada malam 23 ramadhan 1442 H, PCNU Kota Surabaya menggelar peringatan Nuzulul Quran dirangkai dengan launching HBNO TV Channel milik PCNU Kota Surabaya pada Selasa (4/5/2021) malam.


Kegiatan dibuka dengan pembacaan sholawat nabi itu dihadiri rais syuriah PCNU Kota Surabaya KH Mas Sulaiman, ketua tanfidziyah PCNU Kota Surabaya Dr KH Muhibbin Zuhri, MAg, wakil syuriah PWNU Jatim KH Agoes Ali Masyhuri, Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo dan jajaran pengurus PCNU dan MWC hingga ranting NU se Kota Surabaya.

Ketua PCNU Kota Surabaya Dr KH Muhibbin Zuhri, MAg dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara hybrit karena masih pandemi Covid-19 sehingga dibatasi yang hadir langsung. Namun seluruh ranting NU se Kota Surabaya bisa mengikuti melalui daring di HBNU Channel.

Ketua DPD RI Ingatkan Pemerintah Antisipasi Banjirnya Impor Ayam Brasil

Kapolri Pastikan Dukung Program Pembangunan Infrastruktur Teknologi Informasi Komunikasi

“Kita berharap melalui kegiatan nuzulul quran ini bisa mendapatkan keberkahan Al Quran dan ramadhan khususnya agar bisa terhindar dari siksa api neraka,” katanya.


Diakui Muhibbin, kegiatan tahunan ini biasanya dilaksanakan di Taman Bungkul Surabaya. Namun sejak tahun lalu hanya dilaksanakan di kantor PCNU lantaran ada pandemi Covid-19 sehingga protokol kesehatan harus dipatuhi.

Kepengurusan baru PCNU Kota Surabaya masa khidmah 2021-2026, lanjut dosen UIN Sunan Ampel memiliki tantangan yang tak ringan. Disampaing harus menghadapi pandemi juga harus bisa menangkal tumbuhkembangnya paham Islam yang radikal.

“Kita harus bisa menerima dengan ikhlas dan sabar. Namun tak diam diri sesuai kemampuan masing-masing harus bisa inovatif dan kreatif agar dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin yang menjadi misi NU bisa terus berjalan,” harap Muhibbin.


Salah satu upaya yang dilakukan PCNU Surabaya adalah dengan membuat HBNO Channel sebagai sarana media dakwah NU melalui platform medsos seperti Youtube, instagram, twitter dan facebook.

“HBNO Channel sudah dimulai sejak awal ramadhan 1442 H dengan membuat pengajian setiap sore menghadirkan narsumber dari kalangan NU yang memiliki kompetensi terkait berbagai persoalan masyarakat dengan pendekatan agama Islam ala pemikiran ulama-ulama NU yang mengedepankan prinsip moderat (tawasut), tawazun dan i’tidal,” jelasnya.


“Jadi launching HBNO Channel ini hanya untuk lebih mensosialisasikan ke masyarakat agar memiliki pilihan yang lebih banyak terkait konten keislaman yang rahmatan lil alamin yang dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Nuzulul Quran. Ayo ajak warga Kota Surabaya untuk subscribe HBNU Channel Youtube agar bisa eksis untuk dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin,” imbuhnya.

Sementara itu Wakapolrestabes Kota Surabaya, AKBP Hartoyo mengaku berterimakasih dan mengajak warga NU supaya bisa memaknai nuzulul quran di masa pandemi dengan mengutip pernyataan Kemenag yakni mendahulukan yang wajib yaitu bagaimana bisa selamat bagi diri sendiri dan orang lain.


“NU punya peran besar untuk memutus sebaran covid-19 di Surabaya khususnya dan Indonesia pada umumnya,” tegasnya.

Khusus HBNO Channel, Hartoyo juga sangat mendukung karena NU Surabaya bisa mengikuti perkembangan zaman karena sebentar lagi kita sudah memasuki era 5.0. “Media ini bisa jadi media dakwah di masa pandemi dan bisa bermanfaat bagi seluruh umat khususnya warga nahdliyin,” jelasnya.

Secara khusus, Hartoyo juga menyampaikan pesan Kapolrestabes Surabaya yang meminta warga Surabaya tetap waspada terhadap sebaran Covid-19 agar Indonesia tak mengalami nasib serupa dengan India. Pasalnya, ada 14 ribuan PMI masuk dan sebagian terdeteksi terpapar mutasi virus Covid-19 dari India.


“Pemerintah sudah berupaya melakukan karantina di Asrama haji Surabaya untuk PMI yang terdeteksi ada gejala terpapar Covid dimana yang terbanyak itu berasal dari Madura. Sedangkan yang terpapar mutasi Covid-19 asal India telah ditemukan 2 orang PMI di Jakarta. Makanya kita harus selalu waspada dan tetap patuhi protokol kesehatan,” pintanya.

Masih di tempat yang sama, KH Agoes Ali Masyhuri dalam ceramahnya mengatakan bahwa setiap amal itu bergantung pada niatnya. Sebutir amal kebaikan akan lebih baik dan bermakna jika punya niat ikhlas. Sebaliknya kewajiban akan sia-sia jika tidak diniati dengan baik dan ikhlas.


Ulama besar Dunnun Almisri mengatakan bahwa ciri orang yang beramal ikhlas adalah tidak malas, tidak mudah putus asa jika menemui kesulitan, dan senantiasa bergantung Allah.

Sedangkan tanda seseorang yang ikhlas dalam beramal adalah pujian dan celaan manusia dianggap sama saja, bila beramal yang dipandang adalah wajah keridloan Allah bukan pujian manusia, bila beramal pahalanya ingin bertemu di akhirat nanti sehingga tak ada pencitraan dan kepentingan sesaat.


“Mudah-mudahan PCNU Surabaya seperti itu, mudun ndak mudun SK PCNU Kota Surabaya tetap jalan. Belajarlah dari masa lalu, hiduplah masa kini dan rencanakan masa depan, sehingga NU Surabaya bisa terus menjadi percontohan,” pinta Gus Ali sapaan akrabnya.

Pengasuh ponpes Bumi Sholawat itu menegaskan bahwa TV itu padat modal sehingga harus dikelola secara profesional. “NU itu lahir di Surabaya, jadi NU Surabaya harus besar, sehingga harus punya jiwa besar dan pikiran besar,” jelas wakil syuriah PWNU Jatim ini.


Secara khusus ia juga mengingatkan bahwa organisasi akan kuat dan menjadi pemenang di tengah-tengah masyarakat jika mempunya tiga kekuatan, yaitu kekuatan nyata dan kematangan ideologi, punya basic kemapanan ekonomi, dan punya kemapanan budaya lokal wisdom.

“Menyongsong 1 abad NU bagaimana NU punya kemandirian ekonomi jangan selalu tangan di bawah terus supaya NU punya wibawa. NU itu harus mau berbagi, harus merangkul jangan memukul,” harap KH Agoes Ali Masyhuri.(cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Mudah-mudahan PCNU Surabaya seperti itu, mudun ndak mudun SK PCNU Kota Surabaya tetap jalan. Belajarlah dari masa lalu, hiduplah masa kini dan rencanakan masa depan, sehingga NU Surabaya bisa terus menjadi percontohan, pinta Gus Ali sapaan akrabnya. Pengasuh ponpes Bumi Sholawat itu menegaskan bahwa TV itu padat modal sehingga harus dikelola secara profesional. NU itu lahir di Surabaya, jadi NU Surabaya harus besar, sehingga harus punya jiwa besar dan pikiran besar, jelas wakil syuriah PWNU Jatim ini. 

News Feed