oleh

Pastikan PPLN Jalani Karantina, Kapolri Luncurkan Aplikasi Monitoring

Citizen.co.id Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menindaklanjuti arahan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) soal pengawasan dan penegakan protokol kesehatan (prokes) ketat terhadap Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang masuk ke wilayah Indonesia. Caranya, dengan meluncurkan aplikasi Monitoring Karantina Presisi. Kata Sigit, platform itu menjadi simbol hadirnya negara untuk melindungi masyarakat dari transmisi penyebaran varian Covid-19, terutama Omicron.

Launching aplikasi itu juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, Kasum TNI Letjen Eko Margiyono, BNPB, Kementerian Perhubungan, Bea dan Cukai, sampai Kemenkumham. “Aplikasi ini merupakan bagian tindaklanjut kami melaksanakan arahan Bapak Presiden Joko Widodo untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap para pelaku perjalanan luar negeri yang baru kembali. Mereka harus melakukan proses karantina sebagaimana diatur,” kata Sigit di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Kamis (6/1).

Dalam aturan terbaru, pemerintah mewajibkan pelaku perjalanan luar negeri untuk karantina selama tujuh sampai dengan sepuluh hari. Aplikasi Monitoring Karantina Presisi akan ada di pintu masuk atau entry point wilayah Indonesia. Yakni, Bandara Soekarno Hatta, Bandara Juanda, Bandara Sam Ratulangi, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Pinang, Pelabuhan Nunukan, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, PLBN Entikong, dan PLBN Motaain.

Menurut Sigit, pintu masuk wilayah itu harus dijaga secara ketat bagi para PPLN. Mengingat penyebaran varian Covid-19 Omicron di Indonesia sebagian besar berasal dari Imported Case. “Kami mencoba untuk memberikan bantuan ke anggota-anggota yang melaksanakan pengawasan khususnya di lokasi yang menjadi pintu masuk. Masyarakat kita yang datang dari luar negeri betul-betul bisa kita awasi secara ketat dan disiplin. Kalau di sini kita lemah, maka risiko masuknya varian Delta dan Omicron akan terjadi,” ujar mantan Kabareskrim Polri tersebut.

Menuju setengah abad, PPP Jatim transformasi menjadi partai milenial

Menteri BUMN Dukung Pengembangan Kampung Lawas Maspati Surabaya

Dengan diluncurkannya aplikasi Monitoring Karantina Presisi, Sigit berharap penanganan dan pengendalian Covid-19 yang saat ini sudah baik bisa dipertahankan. Itulah kenapa, Sigit meminta kepada seluruh pihak untuk tidak lengah atau abai dengan penegakan prokes maupun aturan wajib karantina bagi para PPLN. “Alhamdulilah di Indonesia sampai saat ini bisa terjaga dan terlaksana berkat kerja keras dan kerja sama dari seluruh stakeholder yang ada untuk menjaga agar laju Covid-19 ini bisa terkendali. Mulai dari proses penegakan aturan prokes hingga akselerasi vaksinasi,” ucap Sigit.

Dalam aplikasi Monitoring Karantina Presisi, terdapat beberapa fitur untuk melakukan pengawasan dan memastikan para PPLN menjalani masa wajib karantina. Fungsi utama diantaranya adalah, monitoring lokasi untuk memantau lokasi pengguna secara real time. Lalu, dashboard monitoring yang memantau keterisian lokasi karantina, statistik pelaku yang sedang melakukan karantina, waktu berakhirnya karantina serta hasil tes RT-PCR.

“Dashboard ini dipasang di hotel-hotel dan ditempat karantina serta Monitoring Center di Mabes Polri. Sehingga kita mengawasi selain yang karantina termasuk petugas yang melaksanakan pengawasan, bisa diikuti secara real time,” kata Sigit.

Adapun keunggulan aplikasi Monitoring Karantina Presisi ini, pengguna hanya melakukan check in dengan QR code yang secara otomatis akan menghitung masa berlaku karantina. Kemudian, petugas dapat memantau statistik dan radius jarak pengguna aplikasi dari lokasi karantina. Selain itu, notifikasi secara otomatis akan diberikan kepada petugas maupun command center apabila pengguna keluar dari radius lokasi karantina yang telah ditentukan.

Apabila masa karantina telah berakhir, sistem akan memvalidasi sesuai aturan karantina dan memberikan notifikasi kepada petugas serta command center. “Ini penting, karena kemampuan pengendalian Covid-19 tentunya akan memberikan kontribusi aktivitas masyarakat bisa lebih longgar. Karena kita yakin masyarakat kita aman dari Covid-19 dan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional untuk mewujudkan Indonesia tangguh dan tumbuh,” ungkap Sigit.

Dia berharap masyarakat bisa memahami dan mengerti segala upaya ini merupakan bagian dari negara memberikan perlindungan kepada warga dari paparan virus Covid-19. Dengan adanya jaminan kesehatan masyarakat, Sigit menyebut Indonesia juga akan siap menggelar event nasional maupun Internasional. Muaranya, akan membangkitkan pertumbuhan perekonomian Indonesia jauh lebih baik lagi di tengah pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, sekali lagi, aturan yang ada mari kita laksanakan dengan baik. Kita jaga masyarakat. Apabila Covid-19 betul-betul bisa kita kendalikan pada tahun ini, kita akan hadapi event-event internasional. Ini adalah kunci. Sehingga kita bisa melaksanakan event, mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelas Sigit.(Cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed