Pansus DPRD Jatim Undang OPD Jelaskan LKPJ Pemprov Jatim 2020

citizen.co.id Surabaya – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Jawa Timur sudah memulai rapat evaluasi terkait laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim satu tahun belakangan ini.

Dalam rapat paripurna dengan agenda dengar pendapat terkait LKPJ Pemprov Jatim, menurut Wakil Ketua Pansus LKPJ Agung Suprayitno, Pansus LKPJ ini dilaksanakan demi memperbaiki dan meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah untuk tahun-tahun yang akan datang.


Kendati demikian, Agung mengungkapkan, rapat pansus LKPJ kali ini tidak dapat diterustkan. Sebab, DPRD Jatim masih harus mengundang para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim, untuk selanjutnya diminta agar memberikan keterangan dan pemaparan sesuai dengan program yang sudah dilaksanakan pada kinerja Pemprov Jatim di tahun 2020.

Trending di Twitter, Gubernur Khofifah Bantah Gunakan Gerakkan Buzzer

Polda Jatim Bongkar Peredaran Regulator Tak Ber SNI

“Memang dari kajian yuridis dan materinya ini telah memenuhi syarat untuk dibahas. Untuk proses selanjutnya kita meminta kepada pimpinan DPRD Jatim segera mengundang para OPD untuk kita koreksi atau kita klarifikasi berkaitan dengan kinerjanya,” Kata Agung di DPRD Jatim,”


Klarifikasi ini Agung sampaikan, sebagai upaya anggota pansus agar dapat melakukan pengkajian dan penilaian LKPJ Pemprov Jatim 2020, khususnya melalui pendekatan kelembagaan maupun pendekatan fungsional terhadap kewenangan daerah, sehingga dapat diketahui kinerja masing-masing OPD termasuk faktor yang mempengaruhi serta tantangan dan kendala yang ada.

“Kita klarifikasi terkait dengan kinerja nya selama tahun kemarin, untuk dikoreksi bisa dalam bentuk saran bisa dalam bentuk pendapat antara tekstual dengan kontekstual di lapangan,” ujarnya.


Pansus LKPJ di DPRD Jatim untuk sementara ini tidak dapat memberikan gambaran secara detail terkait evaluasi kinerja Pemprov Jatim di tahun 2020. Sebab hal ini diharuskan harus ada pihak penyelenggara langsung untuk memberikan penjelasan rinci terkait target kinerjanya.

“Kita akan korelasikan antara target dengan realisasi, berapa target dan indikator kinerja utama itu nanti akan terlihat. Targetnya berapa persen, realisasinya berapa persen, kendalanya apa dan solusinya bagaimana,” lanjut Agung.

“Saat ini kita belum bisa menyampaikan secara detail karena OPD terkait blom kita undang, agar nanti tidak muncul persepsi,”tutupnya.(cz/ttk)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*