oleh

Padepokan Jimat Sedurul Sewu memperingati Nuzulul Qur’an dengan mempererat tali Persaudaraan

-DAERAH-12 views

citizen.co.id Surabaya – Padepokan Jimat Sedulur Sewu Surabaya adakan peringatan Nuzulul Qur’an 1442 H. Kegiatan ini bertemakan ‘Dengan Nuzulul Qur’an, Kita Eratkan Tali Persaudaraan.’ Kegiatan ini dimulai sejak sore dengan Buka Bersama, kemudian Sholat Berjamaah dan Tahlil Kirim Do’a kepada para Syuhada’ Kapal Selam Naggala 402. Acara ini ditutup oleh pengajian pada Kamis (29/04/2021).


Turut hadir pada kegiatan ini Ketua Padepokan Jimat Sedulur Sewu Gus Candra Sujatmiko, Pembina Padepokan KH. Miftahul Huda, Penasihat Padepokan Charibowo, dan Puluhan Jama’ah adepokan.

Kapolrestabes Surabaya luruskan informasi yang beredar terkait anggota satreskoba yang ditangkap Propam Mabes Polri

LTN NU Jatim: Nobatkan KH. Agus Sunyoto Sebagai Pahlawan Literasi Nusantara

“Alhamdulillah hari kita bisa melakukan peringatan Nuzulul Qur’an secara berjama’ah yang dihadiri oleh Para Pengurus dan para Jama’ah Padepokan Jimat Sedulur Sewu. Jumlah Jama’ah Padepokan ini hakikatnya banyak yang mau hadir akan tetapi kerena acara ini diselenggarakan saat pandemic jadi batasi Cuma undanga yang bisa hadir. Target kita yang penting bagaimana pertemuan yang saling memberikan kemanfaatan silaturahim memper erat tali persaudaraan sesame Jama’ah,” kata Gus Candra.


Gus Can sapaan akrabnya berpesan agar Ramadlan yang kurang beberapa saat ini dimanfaatkan dengan baik. “Menjelang akhir Ramadlan ini mari kita manfaatkan dengan baik untuk mendapatkan Lailatul Qadar. Insyaallah dengan puasa ini bisa menjadi proses pendidikan bagi orang yang beriman, bagaimana meningkatkan kualitas kerohanian dengan puasa, bagaimana meningkatkan kualitas hubungan ke masyarakat, dan tentunya bisa mengajari pola hidup sehat,” pesannya.

KH. Miftahul Huda dalam Mauidlohnya berpesan agar Peringatan Nuzulu Qur’an ini bukan Cuma menjadi formalitas kegiatan akan tetapi juga harus dijadikan bahan untuk bermuhasabah agar lebih baik lagi.


“Peringatan ini saya harap bukan hanya formalitas. Akan tetapi juga harus dijadikan teladan, bahas bermuhasabah agar lebih baik lagi dalam menjali hidup yang benar-benar berkualitas”. tuturnya

Gus Mif sapaan akrabnya juga mengharapkan peringatan Nuzulul Quran dapat menjadi bekal dan memantapkan tujuan hidup, berbangsa, dan bernegara, membangun mental dan karakter nasional agar menjadi Indonesia hebat.


“Saat turunnya Alquran bagi umat Islam adalah di bulan Ramadhan ini. Peringatan Nuzulul Quran memberikan pemahaman bahwa Alquran diturunkan sebagai pedoman dalam mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih mulia, lebih baik. Alquran merupakan kitab suci yang ajarannya mengatur berbagai macam aspek kehidupan masyarakat,” kata Gus Mif.

Ia juga mengatakan, nilai-nilai yang ada di Alquran dapat dipakai untuk mencapai kemajuan dan kedamaian bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga oleh seluruh umat manusia. Pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan di masa banyaknya kabar Hoax yang dapat memecah belah bangsa Indonesia.


“Al Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam, karena Al Qur’an adalah pembeda antara yang hak dan yang bathil, sumber petunjuk untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Peringatan Nuzul Alquran menjadi momentum untuk memahami pesan Al Qur’an dan mengamalkannya sebagai pedoman dalam membangun peradaban yang unggul, maju dan mulia, terutama penting menjaga nilai – nilai persaudaraan di masa kabar Hoax merajalela agar bangsa kita tidak mudah dipecah belah” tutur Alumni Pondok Pesantren Al Arifin Denanyar ini.(cz/njb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed