citizen.co.id

Ngajak Ribut Gubernur Anies Baswedan

Ngajak Ribut Gubernur Anies Baswedan?

Oleh: Andre Vincent Wenas

citizen.co.id Ruang Publik – Monas Sudah Diaspal untuk Formula E, DPRD: Ini Ngajak Ribut’ begitu judul berita yang diturunkan Media Indonesia (Sabtu 22 Februari 2020, 12:34 WIB). (Sumber: [https://mediaindonesia.com/read/detail/291740-monas-sudah-diaspal-untuk-formula-e-dprd-ini-ngajak-ribut](https://mediaindonesia.com/read/detail/291740-monas-sudah-diaspal-untuk-formula-e-dprd-ini-ngajak-ribut).

Makin seru. Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Prasetyo Edi Marsudi sudah menegaskan penolakannya jika ajang Formula E digelar di Monas.

Alasan penolakannya, Monas adalah cagar budaya. Lagi pula proses administrasi surat rekomendasinya pun bermasalah. Dianggap tipu-tipu.

Ndablegnya, Jakarta Propertindo (JakPro) sang kontraktor sudah mengaspal kawasan Monas untuk dilakukan uji coba. Ini membuat seorang anggota Komisi B dari Fraksi PDIP, Gilbert Simanjutak berang.


“Kami akan rapatkan karena ini sudah mengajak konflik. Sikap DPRD dan publik tidak setuju. Senin baru mau dibicarakan. Tadi malam katanya di Monas ada uji coba bikin aspal di atas cobblestone. Semua kaget,” kata Gilbert.

Kaget? baguslah, sekarang mulai semakin terang di mata publik, betapa carut marutnya pengelolaan kota Jakarta. Berantakannya koordinasi antar instansi, dan bobroknya fungsi pengawasan oleh dewan. Dan ini ujungnya adalah soal kepemimpinan (leadership).

Sudah berkali-kali disampaikan, baik oleh publik luas maupun dialektika yang terjadi saat pembahasan anggaran (APBD) di DPRD DKI Jakarta di akhir tahun 2019 kemarin. Bahwa event Formula-E ini tidak pantas untuk digelar lantaran biayanya terlalu besar (satu setengah trilyun lebih) dan ada urgensi program kerakyatan lain yang jauh lebih mendesak untuk dikerjakan terlebih dahulu.


Namun entah bagaimana konstelasi yang terjadi, dan ada hubungan gelap seperti apa antara gedung parlemen Jakarta dengan Balai Kota sehingga anggaran untuk menggelar event Formula-E ini bisa sampai disetujui oleh DPRD DKI Jakarta (minus Fraksi PSI).

Sekarang semua ribut. Ributnya soal pangaspalan cobblestone Monas, dan minta supaya gelaran Formula-E dipindah ke tempat lain (Ancol misalnya). Ini keributan-keributan yang tidak substansial!

Pokok persoalannya bukan di mana event ini akan digelar. Tapi apakah event Formula-E ini perlu diadakan?

Itu yang mesti dijawab dan digugat oleh Pak Prasetyo Eddi Marsudi, oleh Pak Gibert Simanjuntak, dan juga oleh Ibu Megawati Soekarnoputri yang baru-baru ini juga menyentil Anies Baswedan soal Monas.

Ngajak ribut Gubernur Anies Baswedan bukan dalam arti fisik. Tapi terus kritis dalam wacana yang terbuka. Sehingga pendidikan politik publik bakal semakin tercerahkan. Kita bikin rame kalau kata Pak Jokowi dulu.

Ayo Pak Pras, Pak Gilbert dan Bu Megawati, batalkan Formula-E. Dan alihkan anggarannya untuk bikin jamban bagi rakyat, dan benahi bangunan sekolah untuk anak-anak Jakarta.

Oh ya, sekalian beresin banjir. Gara-gara banjir listrik sering dipadamkan. Mana bisa balapan mobil listrik kalau mati lampu.(cz/jos/avw)


Andre Vincent Wenas, Sekjen Kawal Indonesia – Komunitas Anak Bangsa

 203 total views,  2 views today

One thought on “Ngajak Ribut Gubernur Anies Baswedan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *