Mentan Ingatkan Digitalisasi Pembayaran Bulog Jangan Ganggu Target Serapan Gabah

Jan 12, 2026 - 12:39
Mentan Ingatkan Digitalisasi Pembayaran Bulog Jangan Ganggu Target Serapan Gabah
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman

Jakarta — Perum Bulog berencana mengubah sistem pembayaran dalam penugasan penyerapan gabah petani dari tunai menjadi nontunai atau digital. Namun, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak mengganggu target pengadaan gabah nasional.

Amran menilai langkah Bulog dalam melakukan digitalisasi pembayaran merupakan upaya yang baik, terutama untuk meningkatkan transparansi. Meski begitu, ia menekankan pentingnya penerapan sistem pembayaran kombinasi antara tunai dan nontunai.

“Bagus, tapi tidak boleh digitalisasi semua. Kalau kombinasi (boleh),” ujar Amran usai rapat koordinasi terbatas di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026).

Menurut Amran, skema pembayaran kombinasi diperlukan sebagai langkah antisipasi agar proses penyerapan gabah tidak tersendat. Ia menegaskan, tahun ini Bulog mendapat penugasan menyerap gabah petani sebesar 4 juta ton setara beras.

“Karena mengantisipasi jangan macet. Macet, kacau pengadaan kita,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, rencana perubahan sistem pembayaran ini dilakukan untuk meminimalkan praktik permainan oknum serta potongan liar di lapangan. Dengan sistem pembayaran digital, dana pembelian gabah diharapkan dapat langsung diterima petani tanpa perantara.

“Untuk meminimalisir permainan oknum atau potongan liar di lapangan, Bulog bakal mengubah sistem pembayaran dari tunai menjadi digital,” kata Rizal.

Namun demikian, Rizal mengakui bahwa penerapan sistem pembayaran digital menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi petani di daerah yang belum terbiasa dengan layanan perbankan. Untuk itu, Bulog akan memberikan pendampingan intensif selama masa transisi.

Ia menyebut Bulog akan menggandeng perbankan nasional, khususnya bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), untuk memberikan edukasi kepada petani terkait pembukaan rekening dan penggunaan sistem transfer.

“Kami akan sinergi dengan teman-teman perbankan Himbara. Pasti pendampingannya supaya ini bisa berjalan simultan dan lancar. Kami akan panggil juga teman-teman bank perbankan nasional, Himbara khususnya, supaya proses pembayaran digital ini memudahkan juga untuk para petani,” ujar Rizal kepada wartawan di kantornya, Minggu (12/1/2026).

Top of Form

 

Bottom of Form