oleh

Menjelang Idul Fitri, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sidak listrik di Jawa Timur

Citizen.co.id Sidoarjo – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif memantau kesiapan PLN dalam menyuplai dan menjaga keandalan sistem kelistrikan khususnya di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Rombongan menteri bersama pejabat kantor pusat PLN mengunjungi PT PJB dan ruang dispatcher PLN Unit Pengelola Beban (UP2B). Arifin meninjau langsung kesiapan PLN dan PJB.


Arifin dan Zulkifli Zaini, Direktur Utama PT PLN meninjau ruang I-CORE (Intelligent Center of Optimization for Reliability & Efficiency) milik PT PJB, sebuah inovasi dalam dunia teknologi kelistrikan.

Ratusan Ojek Online Serbu Kantor PWNU Jatim, Ada Apa?

Satgas Waspada Investasi Kembali Temukan 86 Platform Pinjaman Online Ilegal

Melalui I-CORE, PT PJB memungkinkan untuk memantau, menganalisis, dan mendiagnosis kondisi pabrik secara otomatis, melalui optimalisasi sensor yang sudah ada di mesin pabrik di unit, untuk menghasilkan rekomendasi perawatan atau perbaikan sesuai kebutuhan, serta untuk memindahkan peralatan secara otomatis sehingga tercapai keandalan, dan efisiensi optimal.


Rombongan mengulas implementasi teknologi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia itu. ICORE sendiri telah diimplementasikan di 2 Unit Pembangkitan PT PJB yaitu UP Paiton dan UBJOM Indramayu.

Selanjutnya ICORE akan diimplementasikan di seluruh Unit Pembangkit dan siap siaga untuk mendukung kebutuhan masyarakat khususnya dalam momentum Hari Raya Idul Fitri 1442 H yang jatuh pada 13 Mei 2021.


“Digitalisasi Pembangkit Listrik PJB sudah dilakukan dengan baik mulai dari pengawasan dan perbaikan. Seluruh karyawan PJB dan PLN harus mampu menghadapi perkembangan teknologi sehingga lebih mengoptimalkan kinerja pembangkit tersebut, ”ujar Menteri ESDM.

Bersamaan dengan persiapan Idul Fitri, rombongan Menteri terus meninjau PLN UP2B Jatim. Dihadiri oleh Regional Director Java Madura Bali Haryanto WS dan didampingi oleh General Manager Unit Utama Distribusi Jawa Timur (UID Jatim) Adi Priyanto, General Manager Unit Utama Transmisi Jawa Timur & Bali (UIT JBM) Suroso dan Manajer UP2B Taslim, PLN menjelaskan kondisi sistem kelistrikan saat ini di Jawa Timur.


“Kondisi pasokan listrik di Jatim saat ini mengalami surplus dimana beban puncak saat ini sekitar 5.900 MW dan kapasitas kita mencapai 8.000 MW. Kami juga menyuplai listrik 200 hingga 500 MW ke Bali melalui kabel bawah laut 150 kV, ke depan kami suplai menggunakan voltase 500 kV dari Paiton ke Banyuwangi, ”kata Haryanto WS menjelaskan kondisi sistem kelistrikan Jawa Timur.

Dalam penjelasannya, Haryanto juga menyampaikan bahwa dalam masa siaga Hari Raya Idul Fitri, PLN telah melakukan persiapan yang matang mulai dari Jaringan Distribusi 20 kV hingga Jaringan Transmisi 70-500 kV. Tidak hanya dari sisi jaringan, 145 Garduk Induk (GI) juga telah dipertahankan beroperasi secara optimal.


Dalam kunjungannya tersebut, Arifin Tasrif mengajak PLN untuk menyuplai listrik kepada masyarakat jelang Hari Raya di Jawa Timur. Ia juga berharap tidak ada gangguan baik dari internal maupun eksternal saat menyalurkan listrik ke pelanggan.

“Dengan pasokan listrik yang besar, semoga tidak ada kendala saat mendistribusikan ke pelanggan. Usahakan nanti tidak ada gangguan eksternal seperti layang-layang atau balon udara saat mengalirkan listrik, ”ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif kepada PLN.(cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed