oleh

Masjidil Haram Tutup Saat Idul Adha

citizen.co.id Makkah –  Otoritas Arab Saudi bakal menutup Masjidil Haram untuk para jamaah pada saat hari Arafah dan hari raya Idul Adha. Keputusan ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

“Keputusan untuk menunda shalat di Masjidil Haram termasuk arena terbuka akan berlanjut.

Kami meminta warga Makkah untuk berbuka puasa pada hari Arafah di rumah mereka masing-masing,” kata Asisten Komandan Pasukan Keamanan Haji untuk Masjidil Haram, Mayor Jenderal Muhammad bin Wasl al-Ahmadi, dilansir laman Arab News, Rabu (22/7).

Otoritas Keamanan Saudi menekankan bahwa keselamatan jamaah haji menjadi prioritas utama dalam persiapan pelaksanaan haji tahun ini.

Baca juga :

Presiden Kirimkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Banjir Bandang di Luwu Utara

Relawan Letho Papua Juga Didukung Hendrik Yance Udam Masuk Kabinet Jokowi, Sebagai Wakil Orang Papua

Wapres Undang Tokoh-Tokoh Ormas Islam, Bahas Dampak-Dampak Pandemi Covid 19

Mereka mengumumkan, saat ini pihaknya sudah menyelesaikan tahap pertama perencanaan keamanan dan keselamatan untuk para jamaah haji.

“Kami berfokus pada aspek kesehatan pada haji tahun ini karena itu sangat penting dalam situasi unik saat ini (pandemi Covid-19).

Tahapan yang tersisa akan dilaksanakan dalam beberapa hari mendatang,” jelasnya.

Lebih lanjut, al-Ahmadi menjelaskan, pengaturan baru telah dibuat untuk mengontrol keluar-masuknya jamaah haji ke Masjidil Haram untuk memastikan mereka tetap berada dalam protokol kesehatan. Misalnya, menetapkan jalur untuk thawaf dan jalur antara Shafa dan Marwa.

Hanya mereka yang memiliki izin resmi lah yang diizinkan memasuki area Masjidil Haram.

Pusat Komando dan Kontrol yang terletak di Mina dan Muzdalifah akan beroperasi penuh. Di samping itu, pasukan keamanan juga akan mengawasi pintu masuk ke Kota Makkah selama 24 jam untuk mencegah orang tanpa izin masuk.

Siapa saja yang memasuki situs-situs suci di Makkah tanpa izin bisa didenda hingga 10 ribu riyal (setara Rp37 juta) atau dipenjara. Sebelumnya,



Otoritas Arab Saudi memberikan izin kepada para jamaah untuk melaksanakan Shalat Idul Adha di masjid. Kendati demikian, diberitakan Arab News, Selasa (14/7), Shalat Idul Adha hanya akan dilaksanakan di masjid-masjid tertentu di Saudi.

Ditambah, para jamaah harus menerapkan protokol kesehatan ketat yang telah ditetapkan pihak pemerintah Saudi, mengingat sekarang sedang pandemi Covid-19.(cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed