citizen.co.id

Mas Sam Politisi PKB Minta Pemberlakukan PSBB Surabaya Harus Jamin Kebutuhan Dasar Warga

citizen.co.id Surabaya – Politisi PKB Jawa Timur Syamsul Arifin meminta kepada Pemerintah Kota Surabaya dalam pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terlebih dahulu harus bisa memberikan kepastian jaminan bahwa kebutuhan dasar dari masyarakat Surabaya terpenuhi. Karena PSBB tersebut akan sangat berdampat derhadap perekonomian masyarakat kelas menengah ke bawah yang berprofesi sebagai pekerja harian, UMKM, pedagang kecil dan pekerja yang di rumahkan atau di PKH.

Jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar warga Surabaya seperti sembako tersebut adalah hal yang paling utama yang harus diperhitungkan oleh Pemkot Surabaya. Sebab jika kebutuhan dasar tidak terpenuhi akan rawan terjadi tindak kriminal.

“Pemkot harus menyediakan kebutuhan masyarakat agar tidak terjadi gejolak sosia yang akan berdampak pada hal kriminal,” uangkap Anggota DPRD Jatim dari dapil I Surabaya itu, Selasa (21/4/2020).

Baca juga :

PWNU Jatim Luncurkan Program Sejuta Sembako Atasi Krisis Pangan Akibat Dampak Covid-19

Survei IPNU Jatim : 92,29 Persen Pelajar Ingin Metode Belajar Daring Kreatif

Kepala Desa Aeng Tongtong dilaporkan Ke Polres atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Dalam pemberlakukan PSBB, Pemkot Surabaya harus serius melakukan pendataan warga atau masyarakat yang dikatagorikan sebagai ODP, PDP dan juga yang positif covid-19 dengan melibatkan perangkat pemerintah. Pendataan yang akurat tersebut akan mempermudah dalam mengurangi penyebaran bawah covid-19 di Surabaya.

“Pemkot Surabaya harus mulai berhitung dengan hasil survei dan temuan terkiat persebaran covid-19 agar bisa menghitung waktu, berapa lama kita menjadwalkan PSBB. Sehingga tidak terjadi keresahan di masyarakat karena waktunya terlalu lama,” ungkap Syamsul.

Ia tak lupa mengkritisi Pemkot Surabaya dalam melakukan pencegahan penyebaran covid-19 di Surabaya tidak maksimal, seperti pengawasan masuknya orang dari luar daerah ke Surabaya. Pasalnya orang bekendaraan motor atau mobil yang akan masuk ke Surabaya hanya sebatas diseprot dari luar menggunakan disinfektas tanpa melalui pemeriksaan suhu badan. Hal tersebut kata Syamsul tidak efektif dalam mencegah penyebaran covid-19 di Surabaya.

“Mestinya, siapa  saja yang masuk ke Surabaya dilakukan standart pemeriksaan, berapa jumlah penumpang dari mobil itu, dari mana asalnya dan pemeriksaan suhu badan. Karena penyemprotan disinfektas di pinggir jalan gak seberapa ngefek,” sambungnya.

Ia juga menghimbau kepada perangkat pemerintah, RT dan RW untuk melakukan pengawasan terdap warganya yang ada di wilayahnya. Sehingga jika ditemukan bahwa warganya terindikasi terinfeksi covid-19 bisa tertangani dengan segera mungkin tim penanggulangan penyebaran covid-19.(cz/jos)

 2,151 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *