citizen.co.id

Mafia Migas, Dimanakah Engkau Berada

Mafia Migas, Dimanakah Engkau Berada?

Oleh: Andre Vincent Wenas

citizen.co.id Opini – Emas hitam. Itu sebutannya untuk komoditi yang selama ini membuat roda berputar. Roda apa saja. Lantaran besaran fulus yang terlibat di dalamnya.

Soal warna hitam ini Ford sang mogul otomotif dunia dulu pernah kasih ‘pilihan’, “…you can choose any color you like as long as it is black!” Bagaimana bisa memilih kalau tidak ada pilihan?

Plesetannya, dunia hitam di belakang bisnis emas hitam itu nyata ada. Tak ada pilihan, lawan!

Kali ini kita mau dongengan, bukan soal otomotif, tapi soal hitamnya bisnis emas hitam. Soal mafia migas di belakang layar. Layar apa?

Layar narasi besar maupun kecil yang sedang bikin polusi wacana di republik ini. Tanpa hati nurani mereka telah dan sedang mengacak-acak akal sehat publik.


Arena main para mafia migas memang mesti dibikin hitam, gelap gulita. Bergerak dalam temaram, tersembunyi, klandestin, pake tangan orang, surrogate-groups, kaki-tangan, boneka, pengusaha komprador atau apalah namanya.

Saking gelap konstelasinya, siapa pun yang nekat berburu di situ, niscaya terbentur bahkan terjerembab. Dihabisi.

Kaki-tangan mereka bertebaran dimana-mana. Arena politik tentu jadi panggung utama dimana boneka dan surrogate-groups para mafia migas ini memainkan perannya.


Mulai dari level elit yang memang diskenariokan untuk duduk di kursi empuk kementerian, kepala daerah, anggota dewan, ketua partai, ketua asosiasi, kursi direksi dan sebagainya.

Sampai di tingkat panasbung (pasukan nasi bungkus) yang siap mengepruk siapa saja. Tak perduli walau mesti gomong ngawur di depan kamera televisi yang ditonton jutaan pemirsa. Urat malu putus sudah.

Logika dibengkokan kesana-kemari, kalau perlu ayat dan mayat pun masuk dalam narasi yang penuh ancaman dunia-akhirat. Pameran kedunguan par excellence.

Para mafia migas ini sudah dan sedang (atau selalu) rakus menyabot apa yang disebut, “…sebesar-besarnya demi kepentingan rakyat banyak.”

Saat ini kita juga tahu, operasi gelap para mafia migas ini sedang diupayakan untuk didisrupsi, bahkan didestruksi. Dan mereka marah besar.

Akibatnya, orang yang sedang mendisrupsi bahkan mau mendestruksi operasi gelap ini akan dibunuh. Dibunuh karakternya dengan berbagai jalinan skenario kecil yang dirangkum suatu skenario besar.

Skenario besar untuk menjatuhkan orang besar di republik.

Semuanya demi melanggengkan operasi gelap para mafia. Dan konspirasi jahat pun bergulir. Para kaki tangan tadi digerakkan. Seperti boneka stromboli, yang pandai menyanyi,

Bikin kacau republik! Pertama-tama, bikin bingung publik. Kacaukan logika, tenggelamkan nalar publik dengan kegaduhan yang non-esensial.

Konspirasi ini menggandeng berbagai kepentingan. Kelompok kepentingan yang bisa diajak kongkalikong dan akhirnya berkelindan dalam jaringan tentakel mereka.

Ambisi kekuasaan para politisi dipasok dengan bahan bakar fulus. Media massa dikooptasi masuk dalam jaringan propaganda mereka. Disadari maupun tanpa disadari bahkan oleh mereka yang telah terkooptasi.


Sampai kapan? Sampai sang orang besar yang sedang mendisrupsi dan mendestruktsi operasi gelap para mafia migas ini terbunuh karakternya. Lalu? Lalu mereka bisa taruh bonekanya di tampuk kekuasaan politik.

Jadi bagaimana? Lawan!

Bagaimana melawannya? Pertama-tama kenali siapa lawan. Tentu lawan utama adalah para mafia-migas itu. Dimana mereka? Tersembunyi, karena mereka adanya di kegelapan.


Yang bisa dilihat adalah para kaki-tangan dan boneka-bonekanya. Dimana mereka? Sudah disebut diatas, ada di berbagai posisi (kementerian, dewan perwakilan, partai, asosiasi, pengusaha kompradornya, dll).

Masyarakat sipil (civil society) tak bisa tinggal diam lagi. Sadari bahwa orang besar yang sedang mendisrupsi dan mendestruksi praktek kotor para mafia migas ini tidak punya kekuatan politik.

Ia hanya punya dukungan rakyat, yang oleh karena dukungan rakyat itulah banyak lembaga kekuatan politik mendompleng popularitas orang ini. Sangat pragmatis-oportunistik.

Walau ada juga kekuatan politik terlembaga yang mendukungnya secara tulus, namun sayang jumlahnya tidak atau belum cukup banyak.


Orang besar ini sedang mendisrupsi dan mendestruksi konspirasi jahat para mafia migas ini. Untuk kemudian merekonstruksi tatanan industri migas yang “…sebesar-besarnya demi kepentingan rakyat banyak.”

Sebuah dekonstruksi, destruksi untuk konstruksi kembali yang lebih baik.

Pendeknya, jangan tinggal diam. Gerakan jarimu untuk melawan banyak narasi kecil yang ditebar dalam berbagai cuatan isu. Kalau itu bertentangan dengan hati nurani yang jujur dan akal sehat, lawan!

Cermati ulah para kaki-tangan dan boneka-boneka mereka yang sedang duduk di posisi manapun (kementerian, dewan perwakilan, partai, asosiasi, pengusaha kompradornya, dll). Sebtulnya, tak terlalu sulit juga untuk mendeteksi perilaku menyimpang mereka.

Para mafia migas dengan tentakelnya yang dahsyat ini memang susah mati. Tapi bukan tidak bisa mati.

Kita tak ada pilihan. Seperti kata-kata diatas tadi, “…you can choose any color you like as long as it is black!” Konspirasi hitam ini nyata ada, walau sulit dibuktikan. Gerakannya selalu sembunyi di belakang layar.


Tidak bisa dibiarkan, harus dilawan. Dilawan oleh masyarakat sipil yang terus merawat akal sehat bangsa. Dukung dia yang sedang mendisrupsi dan mendestruksi operasi jahat para mafia migas ini.

Mungkin dia bukan pilihan yang terbaik. Tapi itulah yang kita punya saat ini. Minus-malum, to choose the least worst, atau paling baik diantara yang kurang baik.

Berpikir kritis, dan sampaikan kritik. Konsisten dan persisten dengan argumentasi logis. Melawan narasi sesat di berbagai ruang publik. Semuanya demi merawat akal sehat bangsa. Jangan biarkan bangsa ini jatuh dalam kegilaan.

Mafia migas, dimanakah engkau berada?

Biarlah. Kita asah terus pedang nalar setajam mungkin. Jangan sampai terkecoh. Ini kerja marathon. Tarik napas panjang.(cz/jos/avw)

Andre Vincent Wenas, Sekjen Kawal Indonesia – Komunitas Anak Bangsa

 988 total views,  1 views today

One thought on “Mafia Migas, Dimanakah Engkau Berada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *