oleh

Komisi IX DPR Bela Menkes soal Serapan Anggaran Covid-19

citizen.co.id Jakarta: Komisi IX DPR membela Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait serapan anggaran kesehatan khusus penanganan covid-19 yang rendah. Dewan menyebut kesalahan tidak sepenuhnya berada di tangan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.

“Kita liat ini harus didudukkan persoalannya. Tak bisa langsung seperti itu,” kata Ketua Komisi IX Felly Estelita Runtuwene usai menggelar rapat kerja (raker) bersama Menkes Terawan Agus Putranto di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 29 Juni 2020.

Politikus Partai NasDem itu menjelaskan, Kemenkes mendapat jatah pengelolaan anggaran kesehatan penanganan covid-19 itu sebesar Rp25,73 triliun dari Rp87,5 triliun atau bertambah dari anggaran awal yang ditetapkan sebesar Rp75 triliun. Sisanya dikelola oleh Kementerian Keuangan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Sebesar Rp61,2 triliun dikelola oleh Kemenkeu dengan juga BNPB,” ungkap dia.

Selain itu, jumlah anggaran yang diserahkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru Rp1,96 triliun atau sekitar 17,6 persen. Sisanya sebesar Rp23,77 triliun masih dalam tahap revisi oleh Kemenkeu.

Baca juga :

Sujud ke IDI, Wali Kota Surabaya, Saya Memang Goblok

PW GP Ansor Jawa Timur Respon Pidato Jokowi Tentang Kinerja Kementrian : Reshuflle Menag

Baliho Samsul Arifin Mulai Bertebaran Di Kabupaten Malang

“Dan belum masuk dipa Kemenkes. Sehingga belum bisa direalisasikan,” sebut dia.

Sementara, anggaran yang sudah diterima oleh Kemenkes sebanyak Rp1,96 triliun itu diperuntukkan tiga sektor, yaitu pemberian insentif tenaga kesehatan (nakes), santunan kematian nakes, serta penyediaan bahan pangan bagi nakes dan relawan serta dukungan penanggulangan covid-19 pada program PPSDM kesehatan.

Dari ketiga aspek di atas yang baru bisa direalisasikan yaitu untuk insentif nakes (Rp331 miliar) dan santunan kematian nakes (Rp14 miliar). Sementara penyediaan bahan pangan masih dalam proses.

Dia pun sangat menyayangkan anggapan sebagian besar pihak terkait rendahnya serapan anggaran kesehatan penanganan covid-19 merupakan kesalahan Kemenkes. Dia juga menyayangkan sikap Menkes Terawan yang bungkam dan tidak menjelaskan kepada masyarakat duduk persoalan tersebut.

“Kasian Pak Menteri juga tidak mau meluruskan. Mungkin beda ya orang Jawa yang seperti kami-kami ini,” ujar dia.

Jokowi juga sempat menyentil kinerja Kemenkes pada Sidang Kabinet Paripurna, 18 Juni 2020 lalu. Ia mengatakan serapan Kemenkes masih minim.

Ia memerintahkan anggaran yang telah dikeluarkan segera diberikan kepada masyarakat. Sebab, makin banyak uang yang dikeluarkan maka semakin banyak konsumsi masyarakat.

“Misal bidang kesehatan dianggarkan Rp75 triliun baru keluar 1,35 persen coba, uang beredar kerem di situ semua,” kata Jokowi.(cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed