oleh

Ketum PBNU Said Aqil soal Sunda Empire: Itu Jelas HTI

Citizen.co.id Temanggung – Kemunculan Sunda Empire di Jawa Barat (Jabar), yang menggegerkan masyarakat belakangan ini, membuat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj turut angkat suara. Menurutnya, organisasi itu berbau Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

HTI diketahui telah resmi dibubarkan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal 19 Juli 2017. Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor AHU-30.AH.01.08 tahun 2017 tentang pencabutan Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor AHU-0028.60.10.2014 tentang pengesahan pendirian badan hukum perkumpulan HTI.

“Yang jelas kalau itu yang di Jabar, Sunda Empire, itu jelas HTI itu. Kalau yang lain saya enggak tahu,” kata Said Aqil Siradj sat ditemui, usai melantik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Temanggung di Gedung Stainu Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), Selasa sore (28/1/2020).

Menurut Said Aqil, fenomena munculnya kerajaan-kerajaan di berbagai daerah diduga merupakan ekspresi orang-orang atau masyarakat yang sakit, depresi, dan rasa minder. Selain itu, mereka yang membentuk dan menjadi anggota ormas itu merasa terzalimi dan tidak memiliki jalan untuk melawan. Pada akhirnya, mereka melakukan hal-hal yang di luar logika yang berbau klenik atau mistis.

Baca juga :

Pemuda NU Jatim Persembahkan Film “THE SARUNG” untuk Harlah NU 94.

Ketum PBNU Minta Muslimat Perkuat Karakter Di Era Digital

Ketum PBNU, Menjaga Kedaulatan NKRI Lebih Utama

“Jalan yang ditempuh orang-orang tersebut yakni biasanya menunggu kedatangan ratu adil, satria piningit, dan imam mahdi, sehingga lebih mudah untuk mencari pengikut,” katanya.

Diketahui, Polda Jawa Barat (Jabar) resmi menetapkan tiga petinggi Sunda Empire sebagai tersangka penyebaran hoaks atau kabar bohong, Selasa (28/1/2020). Ketiga tersangka diancam dengan hukuman 10 tahun penjara.

Ketiga petinggi Sunda Empire, yakni Nasri Banks (66) dan istrinya R Ratna Ningrum (66), serta Ki Ageng Rangga Sasana (53). Nasri Banks mengaku bergelar His Royal Inperial Hignes. Di Sunda Empire, Nasri Banks mengaku menduduki jabatan sebagai Grand Master.

Sementara tersangka R Ratna Ningrum, mengaku menjabat sebagai Grand Master Sunda Empire. Lalu, Ki Ageng Rangga Sasana, yang mengaku berpangkat Letnan Jenderal dan menjabat sebagai salah satu Sekretaris Jenderal De Heren XVII.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga Waskitoroso mengatakan, para tersangka melakukan kegiatan-kegiatan dengan nama Sunda Empire yang berakibat meresahkan masyarakat. “Sunda Empire membuat berita bohong dan dengan sengaja menyebarkan berita bohong,” ujar Erlangga.(cz/bel/dea)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed