oleh

Ketua Umum GPN Nusantara, Dorong Mahasiswa tetap Kritis

Citizen.co.id Kediri – Kritik merupakan vitamin bagi negara penganut demokrasi seperti bangsa Indonesia. Asal kritik tersebut tidak berbau unsur Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) dan tidak mengarah terhadap personal individu melainkan mengarah terhadap kebijakan yang dilakukan dinilai tidak pro terhadap rakyat.

Beberapa hari lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menjadi viral seketika di media sosial setelah mengkritik keras dengan gaya khas mahasiswa terhadap kebijakan Presiden Jokowi yang dijuluki “King of Lip Service”.


Kritik tersebut merupakan ekspresi kekecewaan mahasiswa BEM UI setelah beberapa kali melakukan kajian data yang kemudian melalui media sosialnya mengkritik kebijakan presiden yang dinilai ucapan Jokowi tidak sesuai dengan realitas di lapangan.

Polda Jatim Terjunkan Satgas Gakkum Dalam Operasi Aman Nusa II di Hari Keempat Pelaksanaan PPKM Darurat

Ditarget 4.500 Orang, TNI-Polri Gelar Vaksinasi Massal Bareng Rabithah Alawiyah di Cibis Park

Hal itu menimbulkan berbagai polemik di media sosial, baik pro maupun kontra memberikan komentarnya dengan narasi yang berbeda.


Bahkan dukungan juga banyak yang mengalir kepada BEM UI yang dipimpin oleh Leon Alvinda Putra itu. Salah satunya, Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Pusat Gerakan Pemuda Nusantara

Ketua Umum DPP GPN, Very Ahmad mengatakan, bahwa apa yang dilakukan oleh BEM UI merupakan kontrol mahasiswa terhadap kebijakan presiden.

“Apa yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai agent sosial control serta kelompok intelektual yang menyuarakan aspirasi masyarakat adalah hal yang wajar” katanya. Selasa, (06/07/2021).


Kritik pada rezim, kata dia, bahkan sunnatullah yang harus dilakukan oleh elemen mahasiswa dan Organ Kepemudaan di Indonesia.

Selanjutnya, dia mengatakan bahwa bentuk pengawalan demokrasi agar suara tersebut menjadi penyeimbang bagi lajunya pemerintahan Jokowi.

“Jadi ketika anak muda sepetu Leon (Ketua BEM UI) dalam melakukan statemen tidak perlu diintimidasi, dikeroyok oleh Buzzer dengan mencari kesalahan atau pun kasus yang dicari-cari” terangnya.


Justru pemerintah, tambah dia, harus berani dikritik dan menjadikan forum evaluasi dari kritisnya anak bangsa.

“Semoga Kasus BEM UI menjadikan sikap kritis dari BEM di Indonesia makin tertantang, bukan malah tenggelam dalam selimut kekuasaan” kuncinya.(cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed