oleh

Ketua MPR Undang Presiden Jokowi Bahas PPHN di Hari Konstitusi

Citizen.co.id Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo berencana mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk hadir secara fisik dalam Hari Konstitusi pada 18 Agustus 2021 mendatang.

Menurut Bamsoet – sapaan akrabnya, Presiden Jokowi diundang untuk membahas mengenai sistem haluan negara. Khususnya mengenai wacana menghidupkan kembali haluan negara dengan nomenklatur Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).


“Kehadiran Presiden dalam peringatan Hari Konstitusi sangat penting. Di forum tersebut Presiden bisa menyampaikan pandangan pemerintah terhadap rencana MPR RI menghadirkan PPHN,” ujar Bamsoet di Gedung MPR, Jakarta, Selasa (10/8).

Bamsoet menambahkan, dibahasnya PPHN bersama dengan kepala negara agar ke depannya ada kesepahaman antara MPR RI dengan pemerintah dalam hal pembangunan nasional.


“Dengan demikian bisa terjadi kesepahaman antara MPR RI dengan pemerintah terkait PPHN. Kesepahaman tersebut sangat penting, sehingga ke depannya Indonesia tidak lagi terombang-ambing dalam melakukan pembangunan nasional,” katanya.

Pedagang Kopi nyaris bugil di depan Gedung Grahadi, Kusnan: Kami Butuh Uang, Bukan Baliho

Emil Apresiasi Kegiatan BemNus Gerakan Sinergi Nusantara di Hut RI – 76

Bamsoet menuturkan peringatan Hari Konstitusi juga dibarengi dengan perayaan Hari Lahir MPR. Biasanya peringatan ini dilakukan pada 29 Agustus setiap tahunnya.


“Karena pandemi Covid-19, kedua momen peringatan tersebut akan diselenggarakan secara bersamaan,” ungkapnya.

Selain itu, Bamsoet mengatakan MPR RI bersama dengan DPR RI dan DPD RI akan menggelar sidang tahunan yang dilakukan Senin, 16 Agustus 2021, mulai pukul 08.30 WIB.


Pelaksanaan gelaran tersebut akan menjadi momentum bagi MPR RI untuk menyampaikan berbagai pesan kebangsaan. Khususnya, dalam penanggulangan pandemi Covid-19 yang tidak boleh hanya berfokus pada aspek kesehatan dan aspek perekonomian.

Melainkan juga turut menyertakan aspek penguatan kehidupan berbangsa dan bernegara.


Mengingat di tengah kondisi keprihatinan akibat pandemi Covid-19, kohesi sosial dan soliditas kebangsaan justru menjadi titik rawan dan krusial. Maka penguatan dan pembangunan karakter bangsa harus terus diperjuangkan, agar menjadi semangat kolektif di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Salah satunya melalui vaksinasi ideologi dengan menggencarkan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Sangat tepat jika dalam pelaksanaan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, juga dilakukan vaksinasi Covid-19.


Selain lebih efektif dan efisien, juga lebih mudah mengorganisir warga karena setiap anggota MPR RI sudah memiliki basis massa di daerah pemilihannya masing-masing,” pungkasnya.(cz/fan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed