oleh

Kepala Desa Aeng Tongtong dilaporkan Ke Polres atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

citizen.co.id Sumenep – Kepala Desa Aeng Tongtong, Bluto, Sumenep dilaporkan ke Polres Sumenep atas dugaan pencemaran nama baik.

Pasalnya, kepala Desa Aeng Tongtong, Bluto, Hadi Sudirfan telah mengambil kebijakan yang sewenang-wenangnya.  Dengan memberhentikan delapan perangkat Desanya dengan alasan mereka telah meresahkan kelompok masyarakat.

Mengacu pada peraturan Bupati dasarkan Pasal 9 ayat (3) Peraturan Bupati Sumenep No. 34 Tahun 2017 Jo. Perbup No. 8 Tahun 2020 Tentang Perangkat Desa hanya dapat
diberhentikan karena :Usia telah genap 60 (enam puluh)tahun.

Baca juga :

Cara Unik Atasi Pandemi Covid-19, PKC KOPRI Sumsel Bangun Jaringan Lewat Aplikasi Zoom

DKC Garda Bangsa Kab. Mojokerto Bareng Mas Atho’ Bagi-bagi Masker

Kurangi Beban Akibat Corona, Mas Atho Salurkan Bantuan 2.100 Paket beras, Masker, dan Desinfektan

Dinyatakan sebagai terpidana berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap

Berhalangan tetap dan tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai Perangkat DesaDesa

melanggar larangan sebagai perangkat desa.

Menurut Ach Supyadi Kuasa Hukum dari pelapor yang menjadi persoalan pertama adanya tuduhan (fitnah) yang mengarah kepada kliennya. “Sebab kliennya merasa dirugikan dengan tuduhan tersebut yang terlampir dalam surat peringatan,” Jelasnya.

Oleh sebab itu, perangkat  melaporkan kepala desa aeng tongtong atas dasar dugaan pencemaran nama baik. “Hari ini melaporkan kepala Desa Aeng Tongtong atas pencemaran nama baik,” kata Kuasa Hukum kepada media Selasa, 14 April 2020.

Kata Supyadi, Sebanyak 8 perangkat diberhentikan sementara. Sebelum pemberhentian sementara, ada SP 1 dan 2, dalam SP tersebut dicantumkan tuduhan yang dirasa berlebihan dan itu tidak benar.

“Tuduhannya dalam SP itu berbunyi perangkat melakukan tindakan yang meresahkan sekelompok masyarakat,” kata Supyad.

8 perangkat desa tersebut merupakan perangkat lama yang sudah bekerja di desa tersebut.

“Oleh sebab itu perbuatan yang dilakukan kepala desa tersebut telah melawan hukum dengan melakukan fitnah,” jelasnya.(cz/rus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed