Kemensos Gerak Cepat Tangani Dampak Erupsi Semeru dan Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Nov 19, 2025 - 23:58
Kemensos Gerak Cepat Tangani Dampak Erupsi Semeru dan Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Foto dok. Kemensos

Jakarta - Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) langsung mengambil langkah cepat setelah Gunung Semeru kembali erupsi hari ini. Letusan tersebut memunculkan kolom abu yang diperkirakan mencapai 2.000 meter dari puncak, disertai aliran awan panas yang meluncur hingga sekitar tujuh kilometer. Arah sebaran abu pekat teramati condong ke sisi utara dan barat laut.

“Kami memastikan seluruh warga yang terdampak erupsi mendapatkan perlindungan terbaik, tempat aman untuk berlindung, serta kebutuhan pokok yang tersedia tanpa jeda. Begitu laporan awal kami terima, seluruh elemen Kemensos, mulai dari Tagana, KSB, hingga dapur umum dan logistik langsung kami gerakkan,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam pernyataan tertulis, Rabu (19/11/2025).

Dengan status Semeru yang masih berada di Level II atau Waspada, masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius delapan kilometer dari puncak, serta menghindari jarak 2,5 kilometer dari kawah. Ancaman awan panas, lahar, dan guguran lava masih tinggi, terutama di aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Sebanyak 765 warga tercatat terdampak dan mengungsi di delapan titik aman yang tersebar di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo. Pengungsi terdiri atas kelompok dewasa, anak-anak, balita, ibu hamil, lansia hingga bayi. Petugas di lapangan masih melakukan pendataan lanjutan untuk mengetahui kemungkinan adanya korban luka maupun korban jiwa.

Di sisi lain, asesmen cepat juga dilaksanakan untuk memetakan kondisi wilayah serta kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi. Sejak awal kejadian, Kemensos bersama BNPB, Tim SAR, Dinas Sosial Jawa Timur, Dinas Sosial Kabupaten Lumajang, unsur TNI/Polri, Tagana, KSB, dan relawan bergerak mengevakuasi warga, memberikan layanan penyelamatan, serta mengamankan kebutuhan dasar bagi seluruh pengungsi.

Dapur umum didirikan di Balai Desa Sumberurip dan Kecamatan Candipuro dengan kapasitas sekitar 1.300 porsi makanan per hari yang dibagikan dua kali. Kemensos juga mengirim bantuan dari Gudang Induk Bekasi berupa tenda keluarga, tenda serbaguna, selimut, kasur, tenda gulung, family kit, kidware, 1.000 paket makanan siap santap, dan 480 paket makanan anak. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 463.458.400.

Hingga kini, warga masih berada di lokasi pengungsian untuk mendapatkan layanan dasar, sementara proses pendataan dampak dan penanganan korban terus berjalan. Petugas dari berbagai unsur pemerintah dan relawan tetap bekerja secara terpadu untuk menyediakan pertolongan, evakuasi, serta pengamanan wilayah terdampak.

Kemensos menegaskan komitmen memperkuat koordinasi agar penanganan darurat erupsi Semeru berjalan cepat, terarah, dan aman. Perlindungan bagi kelompok rentan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta penanganan pengungsi menjadi fokus utama selama masa tanggap darurat. Bantuan tambahan akan terus dikirim menyesuaikan perkembangan situasi dan hasil asesmen di lapangan.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan mematuhi seluruh rekomendasi PVMBG demi mengurangi risiko. Kemensos menekankan bahwa mereka akan terus berada di lapangan hingga seluruh proses penanganan dinilai optimal dan situasi kembali terkendali.