citizen.co.id

Kejari Sumenep : Berkas Perkara Kasus Dugaan Korupsi Gedung Dinkes Masih kurang Lengkap

citizen.co.id Sumenep – Berkas perkara kasus dugaan korupsi pengadaan Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep sudah memasuki Pra penuntutan

Polres telah menetapkan dua tersangka inisial I dan A kini berkas perkaranya sudah dilimpahkan ke Jaksaan Sumenep.

Berkas perkara sedang didalami oleh kejaksaan negeri (Kejari) Sumenep dengan batas waktu 14 hari pasca dilimpahkan oleh Polres.

Kasa Intel Kejari, Novan menjelaskan perihal berkas kasus dugaan kasus Korupsi Dinkes Sumenep bahwa setelah dilakukan pemeriksaan berkas tersebut masih ada yang kurang dan harus dilengkapi oleh Polres Sumenep.

“Ini sudah diteliti oleh jaksa peneliti selama jangka waktu yang telah ditentukan, jadi dalam jangka waktu 14 hari ini jaksa peneliti menemukan beberapa pentunjuk, dan akan disampaikam melalui surat berupa P19 kepada pihak Polres Sumenep,” ungkap Kepala Kejari (Kajari) Sumenep, Djamaludin, melalui Kasi Intel, Novan, saya ditemui di kantornya, Kamis

Pemberkasan materil dan formil yang diserahkan oleh Kepolisian Resort (Polres) pada Jumat (31/1/2020) kemarin itu, ternyata masih dinilai kurang lengkap.


Rencananya, besok terakhir jaksa peneliti Kejari Sumenep akan melemparkan kembali berkas yang masi kurang tersebut dengan kode P19.

“Untuk jangka 14 harinya ini besok terakhir hari Jumat, karena peneyerahan berkas ke Kejari Sumenep masuk pada tanggal 31 januari 2020 lalu. Tapi sepertinya hari ini sudah selesai tinggal kita serahkan ke Polres. Kita kembalikan berkas dan data petunjuknya dari jaksa peneliti,” terangnya.

Baca juga :

Touris Antusias Belajar Batik Bersama Pelajar Sumenep

Satpol PP Sumenep Amankan 4 Orang Tuna sosial

Judi Online, 3 Orang di Ringkus Polisi Sumenep

Dia menjelaskan bahwa telah selesai melakukan penelitian, sehingga wajib Polres Sumenep melengkapi data yang kurang tersebut.

“Jadi berkas yabg diarahkan polres kepasa kejaksaan bukan tidak lengkap akan tetapi ada kekurangan dari segi formil dan materil,” katanya.

Anehnya, saat pemeriksaan, jaksa peneliti Kejari Sumenep menemukan banyak kejanggalan. Namun pihaknya belum bisa berkomentar sebab menjadi rahasia negara.


“Temuan itu tidak bisa disampai kan, namun yang pasti dalam penaganan kasus ini, kami akan bedah sedalam-dalamnya, dan kita akan membuka untuk menemukan pihak-pihak apa saja yang terkait. Serta juga yang bisa dimintai pertanggung jawaban dari kasus ini,” urainya.

Meski sebelumnya Polres Sumenep telah menyerahkan P21 berkas kasus dugaan Tipikor gedung Dinkes. Namun, Novan, membeberkan banyak kejanggalan berkas yang masih bersifat tabu.

“Jadi semua kejanggalan yang ditemukan oleh jaksa peneliti semuanya dituangkan ke surat p19, dan tidak diungkapkan. Karena inikan masih penyidikan Polres, maski kewenangan Polres semua untuk penyedikan. Jadi kita hanya memberikan petunjuk, tergantung dari Polres bisa memenuhi apa tidak petunjuk dari jaksa peneluti,” bebernya.

Ditanya soal hasil pemeriksaan, apakah ada tersangka lainnya, selain yang ditetapkan Polres Sumenep yakni inisial I dan A, dia menerangkan tergantung pada pengembangan kasus tersebut.

“Karena saat ini sudah dituangkan pada surat P19 dari kami jaksa peneliti, tinggal kita tunggu dari Polres bisa memenuhi apa tidak kekurangan yang ditemukan oleh Kejari,” tambahnya.(cz/jos/rus/)

 186 total views,  1 views today

3 thoughts on “Kejari Sumenep : Berkas Perkara Kasus Dugaan Korupsi Gedung Dinkes Masih kurang Lengkap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *