Kawal PPKM mikro, Kodam V Brawijaya Gelar Apel Bersama Polda dan Pemprov Jatim

citizen.co.id Surabaya – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kaskoarmada II Laksda TNI Dafit Santoso dan Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono gelar apel pasukan di lapangan Makodam V/Brawijaya.

Gelar apel ini untuk pengawalan Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro di Jawa Timur. Pengetatan PPKM mikro akan dilakukan TNI Polri yanh nantinua akan terjun langsunh hingga di tingkat RT dan RW.

Kodam dan Polda pun menerjunkan para Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bintara Pembina Potensi Kemaritiman dan Kedirgantaraan di seluruh wilayah Jatim untuk membantu tugas Satgas Covid-19.

Baca juga :

Soal PT JGU Pemprov Jatim Buka-bukaan, Basmalah Buka Suara

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Pada Periode 10-16 Februari 2021

Pangdam Suharyanto mengatakan, ada empat hal yang akan dilanjutkan oleh TNI dan Polri dalam pelaksanaan PPKM mikro. Pertama adalah membantu proses tracing atau melacak pasien positif Covid-19 hingga tingkat RT dan RW. Kedua, membantu mengedukasi warga tentang tata cara merawat pasien dan terhindar dari penularan virus Covid-19.

Ketiga, yakni para anggota TNI Polri juga membantu mengamankan pasien positif melalui Tim Covid Hunter. Keempat, memberikan asistensi dan masukan pada warga di desa dan kampung terkait keamanan.

“Setelah empat minggu dilaksanakan PPKM di Jatim, hasilnya cukup signifikan karena terjadi penurunan yang cukup baik,” kata Pangdam, Rabu (20/2/2021).

Mayjen Suharyanto mengatakan, jumlah kasus positif baru di Jatim saat awal PPKM bulan Januari atau empat minggu lalu masih di kisaran 800-1.000 kasus baru per harinya. Namun di penghujung PPKM kasus dapat turun antara 400-500 kasus per hari. Bahkan, lanjut dia, pada 9 Februari 2021 angka positif baru tercatat 440 kasus.

Ia berharap dengan penerapan PPKM mikro ini dapat menurunkan angka positif baru dan angka kematian pasien di Jawa Timur. “Semoga kasus positif baru dan kematian di Jawa Timur bisa lebih menurun lagi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, setelah PPKM Jawa-Bali, Provinsi Jatim menerapkan PPKM mikro sesuai dengan intruksi imendagri nomor 3 tahun 2021 yang akan berlangsung dari tanggal 9 hingga 22 Februari 2021.(cz/bel)

 7,361 total views,  2 views today

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*