oleh

Kasun Inspiratif, Sukses Kelola Sampah

citizen.co.id Malang – Masyarakat Desa Madiredo Kecamatan Pujon Kab. Malang, patut berbangga, karena mereka memiliki prestasi dalam mengelola sampah harian. Mereka mampu mengolah limbah Rumah tangga dan berbagai sampah plastik untuk dipilah menjadi pundi – pundi rupiah, Pujon, 20/02/2020.


Sejumlah limbah rumah tangga, yang tadinya menumpuk dan terkesan dibuang disungai kini atas inisiasi dan kerja keras seorang kepala dusun Bengkaras bisa lebih terkontrol dan lebih berkah.

Bambang Suswanto selaku kepala dusun Bengkaras Desa Madiredo dengan kerja keras mengedukasi warganya kini benar – benar bisa dikatakan sukses dan perlu diapresiasi, bahkan kesadaran masyarakat akan membuang sampah sudah tidak lagi disungai, atau ditempat yang bukan tempatnya.


Baca juga :

Penyebab Gempa Magnitudo 4,8 di Malang

Sambutan Gubernur Jatim Pada Acara Rakor Pemerintahan Provinsi Jawa Timur

9 Titik, Menlu: WNI di Provinsi Hubei Bergerak Menuju Lokasi Penjemputan di Wuhan

Bambang mengatakan butuh pendekatan yang baik serta pemahaman yang bisa diterima oleh warga, kesadaran membuang sampah, alhamdulillah kini Desa Madiredo sudah memiliki tempat pembuangan sampah terakhir (TPST) yang dikelola oleh beberapa orang pengurus.


TPST yang kami gawangi kini sudah memiliki 8 orang karyawan, mulai dari pengambilan bahkan sampai pemilihan serta bisa kami ubah menjadi kompos selain itu rencananya kedepan akan kita kembangkan yang lebih kreatif lagi untuk pengolahan sampah.”tambah bambang yang selaku sekretaris TPST


Limbah rumah tangga mulai dari ember, botol dan gelas air mineral, akan kami jadikan bahan barang kerajinan, sehingga bisa dirubah menjadi vas bunga, dompet, tas, dan sebagainya juga bisa kami oleh menjadi pupuk organik.”imbuh pak Kasun Dusun Bengkaras ini.

Sebelum sampah dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terakhir (TPST), karyawan akan memilah-milah sampah yang dikelola maupun akan dijual kembali, Tindakan ini akan mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPST.


“Selain untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPST, upaya ini juga untuk meningkatkan jumlah pendapatan yang digunakan untuk opraaional karyawan,” tambah pria yang akrab disapa Pak Wo.

Tak cuma sampah plastik yang dimanfaatkan, koran, kardus, buku, majalah, dan ember bekas juga bisa dijual kembali.”pungkasnya.(cz/bel/nav)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed