Joko Anwar Terima Gelar Chevalier dari Pemerintah Prancis
Paris – Sutradara dan penulis skenario asal Indonesia, Joko Anwar, resmi menerima gelar Chevalier of the Ordre des Arts et des Lettres dari Pemerintah Prancis. Penghargaan prestisius tersebut disematkan dalam sebuah upacara di Gedung Kementerian Kebudayaan Prancis, Paris.
Gelar ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi dan dedikasi Joko Anwar di dunia perfilman.
Pemerintah Prancis menilai karya-karya Joko Anwar tidak hanya berdampak signifikan bagi perkembangan sinema Indonesia, tetapi juga memberi kontribusi penting pada lanskap film internasional.
Dalam pidato penerimaannya, Joko Anwar menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Prancis sekaligus merefleksikan perjalanan kreatifnya selama lebih dari dua dekade berkarya di industri film.
“Melalui cerita-cerita yang dibungkus dalam horor, thriller, atau komedi, saya berusaha membicarakan hal-hal yang sering kali sulit dibicarakan secara langsung, tentang ketidakadilan, tentang kekuasaan, tentang manusia dan lingkungan tempat ia berpijak,” ungkap Joko Anwar dalam keterangan persnya.
Penghargaan ini hadir di tengah persiapan Joko Anwar merilis film terbarunya berjudul Ghost in the Cell yang dijadwalkan tayang pada 2026. Film ke-12 tersebut mengusung genre horor-komedi dengan latar penjara sebagai metafora, sekaligus mengangkat isu lingkungan, kekuasaan, dan tanggung jawab moral melalui pendekatan khas sang sutradara.
“Ghost in the Cell adalah bagian dari percakapan yang sama yang selama ini ingin saya bangun lewat film-film saya. Menggunakan genre untuk menghibur, tetapi juga untuk mengajak penonton berpikir tentang dunia tempat kita hidup,” lanjutnya.
Sepanjang kariernya yang telah berlangsung lebih dari 20 tahun, Joko Anwar dikenal berhasil memadukan pencapaian artistik dan komersial. Karya-karyanya kerap mendapatkan apresiasi di berbagai festival film internasional sekaligus meraih kesuksesan box office di sejumlah negara.
Penghargaan tersebut disematkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati. Ia menilai Joko Anwar memiliki pendekatan unik dalam berkarya dan konsisten menghadirkan narasi yang relevan dengan isu-isu sosial.
“Dedikasi dan komitmennya telah berkontribusi pada kemajuan perfilman Indonesia, sekaligus memperkaya dialog sinema dunia,” ujar Rachida Dati.
Dengan gelar Chevalier de l’Ordre des Arts et des Lettres, Joko Anwar kini bergabung dengan jajaran seniman dan tokoh budaya dunia yang diakui atas jasanya dalam mengembangkan seni dan kebudayaan internasional.
Penghargaan kebudayaan tertinggi Prancis ini sebelumnya juga pernah diterima tokoh-tokoh ternama seperti Martin Scorsese, David Lynch, Tim Burton, Pedro Almodóvar, Isabelle Huppert, Meryl Streep, Cate Blanchett, Tilda Swinton, David Bowie, hingga Hayao Miyazaki.