oleh

Jelang Natal dan Akhir Tahun sejumlah Organisasi Kristen Gelar Pertemuan di Surabaya

Citizen.co.id Surabaya – Menjelang Natal Desember 2021 dan Akhir Tahun 2021 sejumlah pimpinan organisasi Kristen menggelar pertemuan di XO Palace Jalan Raya Kupang Indah no.15, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya pada 4 Desember pukul 10.00.

Pertemuan tersebut di gelar guna membahas model pelaksanaan natal yang taat prokes dan kewaspadaan terhadap hal-hal yang tidak di inginkan di hari natal. Hal itu disampaikan oleh Pdt. Helbert Onja M.Pdk, Ketua I PGI S Surabaya, sekaligus yang mengkordinatori pertemuan itu, dalam siaran persnya terhadap wartawan.

Pertemuan yang berlangsung tiga jam itu, dihadiri oleh beberapa pimpinan organisasi/lembaga Kristen seperti : Pdt. Helbert Ondja (PGI S), Ir. Atmaja Bakti Pandia (MUKI Jatim), Ir. Rien Budi Susilo (MUKI Jatim), Pdt. Rudolf Polimpong (PGPI Pembaharuan Jatim), Pdt. Ricardo Nainggolan (PGPI Surabaya), Romo Timetheus Siga (Gereja Katolik), Arnold Panjaitan (GAMKI Jawa Timur), Santo Vormen (Perhimpunan Pustaka Lewi), Budi Waluyo (Perhimpunan Pustaka Lewi), Aldo (PP PMKRI), Yosta (DPC PMKRI Surabaya), Pdt Ignatius Ngatiyo(PGIS Surabaya), dan beberapa anggota dari masing-masing organisasi.

Pendeta Helbert Onja mengatakan pertemuan itu diharapkan bias dilakukan rutin setiap satu kali dalam satu bulan, guna membangun konsolidasi dan saling sharing informasi yang terjadi di lingkungan masing-masing serta dapat melahirkan tindakan-tindakan yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Gerak cepat PPP untuk warga yang terdampak erupsi gunung Semeru

Gelar Vaksinasi tahap 2, Emak-emak Arimbi Merah Putih target 500 dosis

“dalam situasi yang kontekstual saat ini, dimana Negara kita sedang di munculkan lagi isu-isu SARA, kita berharap pasca ini dapat melakukan kunjungan kasih dan silahturahmi ke lembaga-lembaga lain seperti NU, Muhammadiyah, MUI dan lain-lain, untuk menepis polarisasi konflik yang sedang dibangun sekelompok orang tidak bertanggung jawab melalui media sosial”ujar Pdt Helbert.

Selain itu dalam pelaksanaan natal juga forum pertemuan organisasi Kristen itu menyepakati untuk melakukan himbauan agar, ibadah natal mengedepankan protokoler kesehatan yang ketat agar, pelaksanaan natal tidak menjadi kluster baru di berbagai gereja di Surabaya.

“seperti contoh ,masyarakat yang belum vaksin agar menahan diri dan gereja memberi syarat untuk dapat mengikuti ibadah minimal sudah satu kali di vaksin, khusu ibadah natal desember 2021 ini saja” tutur helbert.

Seperti diketahui hal itu merupakan sebuah upaya dalam mencegah naiknya jumlah positif covid, karena sebelumnya hingga sekarang situasi pandemic sudah agak menurun dan mereda.

Terkait masalah perayaan natal yang aman dari gangguan, pada bulan November 2021 yang lalu Kapolrestabes Kombespol Akhmad Yusep telah mengundang para pendeta dan beberap ormas Kristen melakukan untuk koordinasi, Pada momen itu Kapolrestabes mengatakan terkait kewaspadaan ancaman gangguan kemanan Natal.

“masalah kemanan natal kami serahkan kepada pihak kepolisian, dan kami berharap Kepolisian dapat bertugas dengan baik, dan jika perlu kordinasi beberapa hal terkait, kami siap membantu” tutupnya.(cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

News Feed