citizen.co.id

Jatim Zona Merah Siaga Berlapis, PDP Diwajibkan Tes PCR atau Swab

citizen.co.id Surabaya – tren penyebaran virus corona disease (Covid-19) di Jatim tiga hari terakhir mulai terus meningkat, baik untuk kasus yang terkonfimasi positif Covid-19, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) maupun ODP (Orang Dalam Pengawasan). Bahkan daerah yang masuk zona merah (terjangkit) juga terus bertambah.

“Dari peta sebaran Covid-19 di Jatim, kita bisa melihat bahwa ada tambahan satu lagi titik daerah terjangkit (Zona Merah) yaitu Kota Kediri,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat rilis update penyebaran Covod-19 di gedung negara Grahadi Surabaya, Sabtu (28/3/2020).

Kota Kediri masuk Zona Merah yang ke 14 dari 38 kabupaten/kota di Jatim. Daerah yang lebih dulu terjangkit Covid-19 adalah Kota Surabaya, Kab Malang, Kota Malang, Kab Sidoarjo, Kab Magetan, Kab Blitar, Kota Blitar, Kab Situbondo, Kab Lumajang, Kab Jember, Kab Gresik, Kab Kediri dan Kota Batu.

Baca juga :

Cegah Corona, Gaungkan Gerakan Semprot Surabaya

Data 27 Maret 2020: Tambah 153, Total 1.046 Positif Convid-19, 46 Sembuh, dan 87 Meninggal

Zona Merah, Sepertiga Jatim Dikepung Virus Corona

Lebih jauh Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa jumlah kasus positif Covid-19 di Jatim hari ini bertambah 11 kasus baru yang terkonfirmasi, sehingga totalnya menjadi 77 orang yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19. “11 kasus baru itu rinciannya, Kota Surabaya 7 orang, Kab Magetan 1 orang. Kab Sidoarjo 1 orang, Kab Gresik 1 orang dan Kota Kediri 1,” jelasnya.

Kemudian dari hasil tracing, yang tercatat PDB ada 307 atau bertambah 40 orang dari yang semula 267 orang. Sedangkan yang ODP tercatat ada 4568 atau bertambah 717 orang dari yang semula 3781 orang.

Menurut orang nomor satu di Pemprov Jatim, penyebaran Covid-19 ini dari hasil tracing percepatannya sudah harus membutuhkan kewaspadaan berlapis dari seluruh warga masyarakat.

“Itu artinya bahwa berbagai SOP, apakah kaitan dengan physical distancing, apakah kaitan dengan pola hidup bersih dan sehat kemudian kaitan dengan berbagai format perlindungan diri kita, saya ingin kembali menyampaikan bahwa kondisi di Jawa Timur seperti peta yang ada di layar itu,” ungkap Khofifah.

Pihaknya telah melakukan berbagai kesiapsiagaan berlapis dan terus berkoordinasi dengan ketua DPRD Jatim, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim dan Pangko Armada 2 untuk sama-sama membangun sinergitas hulu-hilir.

“Artinya ada Babinkamtibmas, Babinsa, kepala desa dan lurah, ada Kapolsek, Danramil dan Camat. Begitu juga di kabupaten/kota ada Dandim ada Kapolres ada bupati atau walikota. Posisi ini harus berseiring sama-sama berikhtiar dan sama-sama melakukan langkah-langkah pencegahan harus lebih efektif lagi,” jelas mantan Mensos RI ini.

Pencegahan akan bisa lebih efektif, kata Khofifah jika kita sama-sama bisa membangun kedisiplinan untuk tidak keluar rumah kecuali untuk sesuatu yang sangat penting.

Dari sisi kuratif (pengobatan), hari ini juga bertambah lagi 2 rumah sakit rujukan Covid-19 sehingga totalnya menjadi 75 rumah sakit rujukan di Jatim dengan ketersediaan tempat tidur (bed) menjadi 2238 bed.

“Rapid test hari ini sudah bisa dilaksanakan di 30 kabupaten/kota tentu kami berharap bahwa 8 daerah lain yang belum melaksanakan rapid test, tolong dilakukan berbagai percepatan karena ini akan memiliki signifikan terhadap tracing yang harus kita lakukan bersama,” jelas Khofifah

Di tambahkan, Pemprov Jatim juga telah menyerahkan 2600 reagen untuk PCR kepada Institut Tropical Disease (RSUA). “Ini yang akan kita bangun sequennya, yang PDP harus di swab melalui PCR. Kemudian yang teridentifikasi Rapit Test dan positif, ini juga harus di PCR,” tegas gubernur perempuan pertama di Jatim.

Oleh karena itu kebutuhan reagen harus tercukupi dan harus kita siapkan untuk membangun kesiapsiagaan bersama dan memastikan bahwa kalau PDP harus di swab. “Kalau hasil swab nya positif maka yang menangggung pembiayaan adalah pemerintah pusat. Tapi kalau swab-nya negatif, maka ini akan ditanggung oleh Pemprov Jatim,” beber Khofifah.

Sementara dalam rapat forkopimda Jatim juga disepakati bahwa pulau Madura tak jadi dilakukan lockdown, melainkan akan dipasang drive thru desinfektan untuk arus yang ke Madura dan arus yang dari Madura ke Surabaya,

Selain itu juga akan dimaksimalkan titik-titik pelabuhan yang dari Probolinggo, Situbondo dan dari kepulauan di Sumenep. Kita akan maksimalkan berkoordinasi supaya penyiapan tenda drive thru desinfektan di titik-titik itu bisa segera mungkin dilakukan.

“Pada dasarnya disinfektan yang ada di Pemprov saat ini mencukupi untuk bisa melakukan tugas-tugas itu,” pungkas Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (cz/jos/pun)

Donasi Peduli Covid-19

Your total amount is : 50.00 (Currency: USD)

 488 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *