citizen.co.id

Hewan Peliharaan Perlu di Rapid Test

citizen.co.id Opini – Direktur Jalasutra Wildlife Trade Monitoring meminta kepada pemerintah untuk mengeluarkan rekomendasi bagi para pemilik hewan peliharan untuk mempraktekkan social distancing pada kucing, anjing atau dan sejenisnya selama pandemi Covid-19.

Ahmad Zazuli selaku direktur Jalasutra Wildlife Trade Monitoring, menuturkan hewan seharusnya tidak berinteraksi dengan manusia atau hewan lain di luar rumah. Kucing harus berada di dalam rumah dan anjing harus diikat tali yang dapat menjaga jarak setidaknya 2 meter dari manusia dan hewan lain.

Hal itu diungkapkan guna untuk saling berhati-hati dimana virus Corona dengan mudah menular kesiapa saja, termasuk hewan piaraan.

Belajar dari kasus di Amerika. Kasus Covid-19 pertama yang dilaporkan di AS adalah seekor harimau di kebun binatang Bronx. Setelah itu, empat ekor harimau dan tiga ekor singa di kebun binatang yang sama juga dinyatakan positif.”tambah Zazuli.

Tidak hanya kebun binatang di Amerika Serikat, hewan peliharaan di rumah juga dilaporkan positif Covid-19. Selain kucing di Hongkong dan di Belgia, dua ekor kucing di New York juga didiagnosa terinfeksi virus corona setelah mengalami penyakit pernafasan ringan.”imbuhnya

Tiga ekor anjing juga telah terinfeksi, tetapi menurut penelitian yang dikutip FDA, anjing tidak serentan kucing. Hingga saat ini, tidak ada kasus hewan menginfeksi manusia dengan virus corona yang dilaporkan.

“Berdasar keterbatasan informasi yang tersedia saat ini, risiko hewan peliharaan menyebarkan virus penyebab Covid-19 dianggap rendah. Saat ini, tidak ada bukti jika hewan memainkan peran signifikan dalam penyebaran virus penyebab Covid-19,” ungkap FDA dalam sebuah pernyataan.

Direktur Jalasutra Wildlife Trade Monitoring mengatakan kepada punlik jika tujuan dari menjaga kucing tetap di dalam rumah adalah untuk mencegah mereka sakit atau menginfeksi kucing lain.

“Paling penting untuk dipahami bahwa virus ini terutama menyebar pada manusia. Kucing rentan dan secara umum semua kucing sudah pulih,” ujar cak djaz.

Menurut FDA, ferret dan jenis hamster tertentu juga terbukti rentan terhadap infeksi dalam pengaturan laboratorium. Sementara babi, ayam dan bebek tidak mudah terinfeksi atau menyebarkan infeksi.

Bisa saja mereka pergi ke rumah tetangga dan tetangga sebelah rumah positive Covid-19. Menjaga agar kucing tetap di dalam rumah adalah tindakan pencegahan. “Kita tahu jika penularan bisa terjadi dari kucing ke kucing, jadi kita ingin menghindari itu,” tambahnya.

Cak djaz menyebut jika kucing peliharaan harusnya berada di dalam ruangan. Hal ini dikarenakan mereka cenderung mudah terserang penyakit, dimakan predator, atau tertabrak mobil.

Dia juga mengatakan jika kucing yang telah terinfeksi virus corona memiliki gejala seperti manusia, termasuk demam, batuk, kesulitan bernafas, keluarnya cairan hidung, muntah, dan diare.

FDA tidak meminta agar hewan peliharaan harus dilakukan tes, tetapi jika kucing atau anjing di rumah menunjukkan gejala, Ahmad Zazuli merekomendasikan untuk menghubungi dokter hewan. Informasikan kepada mereka jika ada orang di rumah yang positif atau kemungkinan hewan telah terpapar.

Jika orang tersebut bergejala, Jalasutra Wildlife Trade Monitoring merekomendasikan agar mereka menghindari kontak langsung dengan hewan termasuk mengelus, memeluk, dicium, tidur ditempat yang sama dan berbagi makanan atau tempat tidur.(cz.jos)

 5,670 total views,  279 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *