oleh

Harlah Lesbumi NU ke-59, Berkhidmat Menjaga Budaya Nusantara dan Hegemoni Neo Imperialisme Global

citizen.co.id Malang – Peringati Harlah Ke-59 Lesbumi Kab. Malang digelar di dipendopo agung jalan KH. Agus Salim. Berkhidmat Menjaga budaya Nusantara ditengah Hegemoni Neo Imperialisme Global yang sebelumnya, rangkaian acara dimulai dengan sowan para kyai sepuh dikabupaten malang.

Tokoh seniman dan budayawan NU di kabupaten malang dilanjukan dengan wirid saptawikra madan ziarah makam para auliya malang raya doa di pimpin oleh ki ardhi (dalang), Sabtu, 3 April 2021.


Acara berlangsung secara khidmad mulai pukul 19.00 s/d 22.30 yang kemudian dilanjutkan dengan tasyakuran puncak Harlah Lesbumi NU Ke-59. Pada puncak acara di pusatkan di pendopo kabupaten.

Buka Keterisolasian dan Atasi Kesenjangan, Pemerintah Lanjutkan Pembangunan Jalan Perbatasan Kaltara

Airlangga: Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional dengan Bangkitkan UMKM

Acara di mulai dengan Melukis Bareng Obyek Profile tokoh pendiri NU yang berasal dari Malang di antaranya KH. A.Dahlan Achjad, KH. Nachrowi Thahir, KH. Moh. Said melukis bareng ini di gagas oleh seniman edie s.yanto beserta panitia acara dan pelaku seni di PC Lesbumi NU kabupaten Malang.

Penampilan dalam puncak acara harlah Lesbumi NU ke 59 di antaranya menampilkan:
Budaya Ngujub sesaji oleh mbah darto, Macopatan dari MWC lesbumi sumber pucung, Seni pencak jawa dari pagar nusa jabung dan pakis, Tari Sufi, tari topeng, mwc lesbumi jabung, Musikali puisi mwc lesbumi pakis.


Dalam Sambutannya ketua panitia lukman huda, mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak yang telah mendukung Harlah Lesbumi ke 59. Khususnya kepada pemerintah kab. Malang. PCNU Kab Malang dll.

Dalam sambutannya Wakil Bupati kab. Malang didik, berharap aktifitas lesbumi ini untuk menjaga tradisi dan budaya nusantara dan agar tidak tergerus budaya asing terlebih lesbumi NU penuh khidmat menjaga budaya nusantara yang telah menjadi identitas budaya nusantara guna menjaga ideologi Pancasila dari paham radikalisme dan ideology lain selain Pancasila.

Didik juga melakukan penandatanganan MoU antara pihak museum Ganesha dan PCNU kabupaten malang secara garis besar MoU tersebut berisi bersama menjaga dan melestarikan budaya nusantara museum ganesha.


Dalam acara tersebut penampilan wayang potehi atau wayang tradisional cina yang memainkan dengan dengan judul menjaga kesatuan dan persatuan bangsa lebih lanjut disampaikan ibu shintiya perwakilan museum ganesha bahwa dalang dan penabuh music wayang potehi ini adalah muslim NU.

Dalam Tausiah kebudayaan oleh KH.Agus sunyoto ketua lesbumi PBNU banyak memberikan pengetahuan kepada seluruh hadirin terkait identitas bangsa Indonesia/nusantara lewat tradisi, adat istiadat dan sebaran orang jawa sampai ke benua lain berdasarkan peninggalan dan naskah-naskah kuno beliau menegaskan budaya kita jangan sampai tergerus dan disingkirkan budaya luar.

Kiai Agus menambahkan, tradisi nusantara harus dijaga dari ancaman faham radikal yang selalu menuduh tradisi jawa dengan mengatakan sebagai bid’ah dan musrik faham radikal harus kita lawan lewat gerakan kebudayaan lesbumi dengan mengkordinir budaya nusantara.”tambah ketum Lesbumi KH Agus Sunyoto


Kiai Agus juga banyak menulis buku diantara karya-karyanya atlas walisongo, majapahit, resolusi jihad dll.

Pada acara akhir diadakan lelang lukisan hasil melukis bareng yang lansung direspon oleh wakil bupati didik dengan harga 5 jt dan acara ditutup dengan tari kolosal dari tari topeng,tarisufi, pagarnusa berkaloborasi menari bersama – sama.

Hadiri dalam acara tersebut, Wakil Bupati Drs. Didik , dr.Umar (ketua PCNU) KH.Agus Sunyoto (Ketua Umum Lesbumi PBNU) Muclas Direktur PDAM, Gus Dersi (ketua Gusdurian Malang), para kyai NU dan beserta undangan seniman budayawan lesbumi sekabupaten malang.(cz/ed)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed