oleh

Harga Cabai Rawit di Gresik Mulai Melorot Drastis

Citizen.co.id Gresik – Harga cabai yang sempat menembus Rp 90 ribu per kilogram pada akhir tahun, kini berangsur turun. Data dinas koperasi usaha mikro dan perindag Pemkab Gresik, harga komoditas cabai rawit pada tutup tahun sekitar Rp 80 ribu. Minggu pertama awal tahu ini, turun menjadi Rp 70 ribu.

Nah, kemarin (6/1) siang, harga cabai rawit turun cukup drastis. Harganya merosot ke angka Rp 42 ribu per kilogram atau turun sekitar Rp 24 ribu dari hari sebelumnya. Pedagang pun mulai berani menambah stok.

Sejumlah stan di Pasar Gresik, misalnya. Saat ini para pedagang mulai menambah stok dagangan. Memang, mereka belum berani menstok seperti normal karena curah hujan masih tinggi yang menimbulkan risiko komoditas mudah busuk.

Pastikan PPLN Jalani Karantina, Kapolri Luncurkan Aplikasi Monitoring

Menuju setengah abad, PPP Jatim transformasi menjadi partai milenial

Yati, salah seorang pedagang, menyatakan, kini dirinya mulai menstok cabai lebih banyak. Yakni, 15 kilogram sehari. ’’Biasanya saya nyetok sekitar 20 kilogram. Ini memang harga mulai turun,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindag Pemkab Gresik Agus Budiono menyatakan, penurunan harga cabai itu salah satunya disebabkan pasca-hari besar. Meski demikian, dia menyebutkan bahwa harga saat ini masih di ambang batas karena pengaruh musim.

’’Harga normalnya di bawah Rp 20 ribu. Karena cuaca masih memengaruhi stok cabai,” ucapnya.

Agus menyatakan, selama ini dirinya terus aktif memantau harga komoditas, terutama cabai, di pangsa pasar Jawa Timur. Malahan, dia terus menjalin komunikasi dengan Asosiasi Petani Cabai Jawa Timur terkait dengan ketersediaan stok barang.

’’Ya, ini lumayan sudah turun drastis. Kami akan terus memantau stok dan harga di pasar agar tetap stabil,’’ tutupnya.(cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed