oleh

H-1 Lebaran 2021, Tim Satgas Pangan Jatim Sidak Bahan Pokok dan Parcel di Surabaya

citizen.co.id Surabaya – H+1 Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, tim Satgas Pangan Jatim yang Dipimpin Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Drajat Irawan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) kebutuhan bahan pokok (Bapok) dan parsel di beberapa titik lokasi. Yakni di Pasar Wonokromo, Palapa Toserba, serta Toko New Remaja di Surabaya, Rabu (12/05/2021).

Kegiatan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk pemantauan terhadap harga dan ketersediaan bapok di pasar rakyat dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1442 H.


Selain itu sidak juga dilakukan guna memonitoring peredaran barang khususnya produk Makanan dan Minuman (Mamin) dan peredaran parsel guna menertibkan mamin olahan yang masa berlakunya sudah berakhir/kadaluwarsa atau mamin impor yang tidak berlabel Indonesia.

Bupati Nganjuk Tertangkap OTT KPK, Ini sosok Istrinya

Mensos Berikan Bantuan kepada Korban Longsor di Kabupaten Solok

Kegiatan yang diiniasi oleh Disperindag Jatim diikuti oleh sejumlah tim Satgas Pangan Jatim lainnya seperti Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Jatim, Dinas Peternakan Jatim, Dinas Perkebunan Jatim, Satgas Pangan Polda Jatim, Dinas Perdagangan Kota Surabaya, Perum Bulog Jatim, KPPU Kanwil IV Surabaya, dan Balai Besar BPOM Surabaya.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan, mengatakan bahwa sidak kali ini dilakukan untuk memastikan bahwa sejumlah komoditas bahan pokok seperti beras, minyak, gula, telur, cabai, bawang merah, bawang putih dan sebagainya dalam kondisi yang aman dan stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021.

“Alhamdulilah stok aman mulai dari beras, daging, bawang merah, bawang putih, dalam kondisi aman dan stabil serta pada dasarnya memang secara keseluruhan harganya masih normal,” ujar Drajat.


Drajat menambahkan bahwa ada pergerakan harga pada komoditi daging ayam dimana sebelumnya pada harga Rp 36.000/Kg namun pada hari ini mengalami kenaikan sebesar Rp. 1000,00 menjadi Rp 37.000/Kg. Sementara untuk komoditi gula pasir justru mengalami penurunan sebesar Rp. 400/Kg dari yang sebelumnya Rp. 12.500/Kg menjadi Rp. 12.100/Kg, sefangkan komoditi yang lain dalam kondisi aman dan cukup stabil.

“Dari data yang kita peroleh hari ini menunjukan bahwa jika dibandingkan, data yang ada di Siskaperbapo yang diperoleh dari 116 pasar rakyat yang berada di Jatim dengan harga yang ada di pasar Wonokromo hari ini secara keseluruhan masih dalam kondisi normal,” tambah Drajat.


Drajat juga mengatakan bahwa Pemprov. Jatim sesuai arahan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa terus berupaya untuk memantau pergerakan harga bapok agar masyarakat dapat memperoleh harga terjangkau. Selain memantau pergerakan harga melalui Siskaperbapo, juga dilakukan pemantauan ketersediaan melalui aplikasi Satgas Pangan Polda Jatim serta pemantauan di 34 sentra produksi seperti contohnya di Probolinggo, Nganjuk, Blitar, dan lainnya.

“Melalui data harga maupun ketersediaan yang diperoleh hari ini mengindikasikan bahwa antara sentra produksi dan pasar termasuk dalam kondisi yang lancar untuk proses distribusinya,” paparnya.


Untuk pelaksanaan pemantauan parsel serta produk makanan dan minuman dilakukan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/157/KPTS/013/2019 terkait tim terpadu pengawasan terhadap barang yang beredar di Jatim serta melaksanakan kegiatan sesuai aturan Permendag Nomor 69 Tahun 2018 tentang pengawasan barang beredar dan/jasa.

“Monitoring barang beredar dilakukan untuk melindungi masyarakat agar selalu mengkonsumsi bahan makanan layak konsumsi dan penyedia parsel di Jawa Timur agar mematuhi peraturan pemerintah dengan menyediakan dan menjual parcel dan mamin yang tidak bermasalah, legal dan aman untuk dikonsumsi,” kata Drajat.


Sementara itu dari hasil tinjauan yang dilakukan pada hari ini, diketahui bahwa pergerakan parsel banyak diserap oleh pasar, karena di kedua toserba yang telah dikunjungi jumlah parsel sudah banyak yang berkurang dan bahkan ada yang sudah habis.

“Untuk komoditi mamin, produknya sudah sudah cukup bagus, namun ada pemasangan salah satu harga pada komoditi gula yang harganya diatas HET dan tadi sudah diberikan arahan karena label merupakan bagian yang penting dari sebuah produk,” jelasnya.


Selain untuk memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat, tim Satgas Pangan Jatim juga memastikan bahwa penerapan protokol kesehatan baik di pasar rakyat maupun di pasar modern dijalankan dengan maksimal.

“Untuk penerapan protokol kesehatan, alhamdulilah berjalan dengan baik seperti ketersediaan handsanitizer, pengaturan jarak, hingga penggunaan masker dijalankan dengan baik di pasar rakyat dan toserbs,” pungkas Drajat.(cz/bel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed